Australia desak China beri akses tim COVID WHO 'tanpa ditunda'

Australia desak China beri akses tim COVID WHO 'tanpa ditunda'

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne berbicara kepada media saat konferensi pers di Gedung Parlemen di Canberra, Kamis, (9/4/2020). ANTARA/REUTERS/AAP Image/Lukas Coch/pri. (AAPIMAGE via Reuters Connect/LUKAS COCH)

Kami berharap bahwa izin yang diperlukan untuk perjalanan tim WHO ke China dapat dikeluarkan tanpa ditunda,
Canberra (ANTARA) - China harus memberikan akses kepada pejabat Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal mula virus corona "tanpa ditunda", kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne pada Kamis (7/1).

Awal pekan ini kepala WHO mengaku dirinya "sangat kecewa" bahwa China masih tidak mengizinkan masuk tim ahli COVID-19 internasional.

"Kami berharap bahwa izin yang diperlukan untuk perjalanan tim WHO ke China dapat dikeluarkan tanpa ditunda," ucap Payne.

Baca juga: Pakar China anggap wajar kasus mutasi corona di Malaysia
Baca juga: Pakar: Virus corona di China mungkin berakhir pada April


Ia menegaskan kembali pentingnya riset ilmiah oleh WHO dan mengatakan: "Kami menunggu temuan dari misi lapangan internasional yang bertolak ke China."

Virus corona diyakini pertama kali muncul di Kota Wuhan, China tengah pada akhir 2019. Sejak saat itu virus tersebut menyebar ke seluruh dunia, hingga menginfeksi lebih dari 86 juta orang dan menelan 1,8 juta lebih korban jiwa, berdasarkan hitungan Reuters.

Australia menjadi yang paling vokal dalam menyerukan penyelidikan independen asal mula virus corona dan sebagian besar karena inilah, hubungan Australia dan China memburuk.

Sejak itu pula China, yang merupakan mitra dagang utama Australia, membatasi impor daging sapi, memberlakukan tarif terhadap produk anggur Australia dan mengatakan kepada perusahaan penggiling mereka agar menghentikan pembelian katun asal Australia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tim WHO akan ke China untuk selidiki virus corona
Baca juga: Pakar China: 70 persen warga dunia akan terdampak COVID

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar