Tim mahasiswa FMIPA UI raih juara pertama Cigna Innovation Competition

Tim mahasiswa FMIPA UI raih juara pertama Cigna Innovation Competition

Tim FMIPA UI yang terdiri dari dua mahasiswa Jurusan Ilmu Aktuaria Angkatan 2018, yaitu Gracella Jovita dan Justine Kael Tanady. (ANTARA/Foto: Humas UI)

Depok (ANTARA) - Kontingen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berhasil meraih gelar juara pertama dalam kompetisi nasional Cigna Innovation Challenge 2020 yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Cigna, sebuah perusahaan layanan kesehatan global yang berbasis di New York.

Tim FMIPA UI yang terdiri dari dua mahasiswa Jurusan Ilmu Aktuaria Angkatan 2018, yaitu Gracella Jovita dan Justine Kael Tanady.

Ketua tim kontingen FMIPA UI, Gracella Jovita, dalam keterangannya Kamis, mengatakan chatbot yang dirancang bersama timnya diberi nama ALI (Asisten Layanan Interaktif). Melalui robot virtual ALI, untuk mencoba fokus pada upaya peningkatan pelayanan perusahaan asuransi terhadap pengguna, baik pemegang polis maupun calon pemegang polis, dari segi komunikasi yang efektif.

Hal itu akan mempermudah pengguna mengakses layanan asuransi, seperti mendapatkan rekomendasi polis asuransi yang sesuai dengan profil diri mereka (kesehatan, usia, pengeluaran), atau bahkan membeli produk tanpa melalui perantara agen asuransi. Calon pemegang polis hanya perlu mengunduh identitas diri dan mengisi data yang diperlukan perusahaan asuransi.

Baca juga: Sosiolog sarankan Kemensos tambah pelibatan komunitas perbaharui DTKS

Baca juga: Saat pandemi, Vokasi UI latih warga Serang-Banten kembangkan wisata


"Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan adanya inovasi chatbot ini sebagai asisten virtual, antara lain konsumen tidak perlu bertatap muka dengan agen asuransi untuk membeli produk asuransi dan pencatatan database calon konsumen menjadi lebih rapi dan terstruktur sehingga dapat meminimalisir error," kata Gracella.

Justin, rekan satu timnya melanjutkan, penggunaan chatbot di masa pandemi seperti saat ini sangat relevan. Saat ini ruang gerak manusia untuk melakukan berbagai hal menjadi sangat terbatas, ditambah lagi jika pihak perusahaan mendapatkan banyak pertanyaan atau permintaan dari pelanggan dalam waktu yang sama sekaligus, maka penggunaan chatbot tersebut cukup efisien untuk memudahkan pihak perusahaan dalam merespons pelanggan.

"Walaupun teknologi chatbot ini belum bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia, namun asisten digital ini cukup baik dalam memproses permintaan, dan memberikan jawaban yang relevan dengan cepat,” ujar Justin.

Inovasi yang digagas oleh tim FMIPA UI pada kompetisi ini adalah teknologi chatbot atau program komputer berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu menyimulasikan percakapan layaknya manusia melalui sistem komunikasi otomatis pada pesan teks. Inovasi tersebut merujuk pada salah satu dari dua tema yang ditawarkan, yakni Inovasi dalam Penjualan Asuransi pada Era Normal Baru.

Gracella dan Justin mengawali tahap kompetisi dengan merancang proposal mengenai implementasi dari inovasi yang akan mereka tawarkan. Pada tahap tersebut, keduanya berhadapan dengan 92 tim lain dari seluruh Indonesia.

Setelah dinyatakan lolos pada tahap penyisihan, keduanya melaju ke tahap presentasi. Di tahap ini mereka mempresentasikan inovasi chatbot di hadapan tim manajemen Cigna Indonesia. Mereka berhasil menyingkirkan 7 tim lainnya hingga meraih gelar juara.

Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. rer. Nat. Abdul Haris mengatakan di UI, tercatat banyak riset yang terus dikembangkan sebagai kontribusi bagi negara. Berbagai inovasi itu termasuk yang berasal pemikiran kritis mahasiswa kami untuk kepentingan masyarakat, seperti yang dilakukan tim mahasiswa FMIPA ini.

"Kami mengapresiasi kemenangan mereka dan mendorong untuk selalu melakukan terobosan di bidang keilmuannya," ujar Prof. Abdul Haris.

Dekan FMIPA UI Dr. Rokhmatuloh mengapresiasi pencapaian kedua mahasiswa tersebut.

Ia mengatakan, sesuai dengan bekal keilmuan yang diperoleh dalam perkuliahan, mahasiswa FMIPA UI harus mampu berpikir kritis dalam menjawab tantangan yang terjadi bersamaan dengan permasalahan yang muncul di kalangan masyarakat. Mahasiswa harus menciptakan solusi yang inovatif sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

“Kami bersyukur dan bangga atas prestasi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria FMIPA UI, yang telah menawarkan produk inovasi yang relevan dengan tantangan yang terjadi pada perusahaan-perusahaan asuransi di masa pandemi Covid-19 ini. Di prodi S1 ini, FMIPA UI membekali para mahasiswa untuk mampu memberikan ide-ide inovatif dalam menanggapi permasalahan kebutuhan asuransi yang muncul baik dari sisi masyarakat maupun industri asuransi baik secara nasional maupun global," ujar Rokhmatuloh.*

Baca juga: UI pasang alarm peringatan gempa di Sukabumi

Baca juga: Dokter: Masyarakat perlu waspada penularan COVID-19 klaster keluarga

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Strap masker berbahaya, Epidemiolog UI sarankan ini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar