Liga 1 Indonesia

PSSI akan tunduk pada keputusan kepolisian soal lanjutan kompetisi

PSSI akan tunduk pada keputusan kepolisian soal lanjutan kompetisi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/pri.

Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian
Jakarta (ANTARA) - Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan bahwa federasi akan tunduk pada keputusan apapun dari kepolisian soal kelanjutan Liga 1 Indonesia yang hingga saat ini nasibnya masih buram.

Rencana lanjutan Liga 1 Indonesia yang bermula dijadwalkan pada Februari masih belum menemui titik terang. Satu-satunya tembok penghalang PSSI melanjutkan liga adalah izin penyelenggaraan dari polisi.

Menurut Iriawan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator liga sudah melayangkan surat perizinan sebanyak tiga kali, akan tetapi hingga saat ini polisi masih belum memberikan rekomendasi tersebut.

Baca juga: Menpora tak ikut campur soal izin Liga 1 2020

"Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Apa pun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh," kata ketua umum PSSI Mochamad Iriawan dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut PSSI dan PT LIB terus berupaya mencari jalan terbaik guna kelangsungan kompetisi. Komunikasi dengan sejumlah pihak pun sudah mereka lakoni.

"PSSI bersama PT LIB berusaha agar kompetisi bisa berjalan secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan," kata dia.

Baca juga: PSSI gelar rapat Exco tentukan nasib Liga 1 dan Liga 2 musim 2020

Sebelumnya, PSSI merencanakan menggelar rapat komite eksekutif (Exco) pada pertengahan Januari ini untuk menentukan nasib kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 yang telah tertunda sejak Maret tahun lalu.

Pada pertemuan nanti, PSSI akan mulai mendiskusikan berbagai kemungkinan, termasuk membatalkan kompetisi seandainya izin itu tak kunjung juga dikeluarkan. Jika harus berhenti, artinya kompetisi akan dimulai dengan musim baru, musim 2021.

“Situasi terkini COVID-19 akan menjadi faktor penentu apakah liga bisa dijalankan atau tidak. Cabang olahraga lain pun demikian. Untuk menyelenggarakan kejurnas juga sulit,” kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Baca juga: Marco Motta berharap Liga 1 bisa kembali bergulir
Baca juga: Marc Klok pertanyakan profesionalisme PSSI terkait Liga 1 2020

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSSI Pekalongan mulai seleksi bibit unggul sepak bola

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar