Olimpiade

IOC berharap atlet diprioritaskan dapat vaksin untuk Olimpiade Tokyo

IOC berharap atlet diprioritaskan dapat vaksin untuk Olimpiade Tokyo

Wartawan mengambil gambar cincin raksasa Olimpiade pada 1 Desember 2020 di Tokyo, Jepang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON/KIM KYUNG-HOON)

Jakarta (ANTARA) - Pejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound berpendapat bahwa para atlet harus diprioritaskan mendapat vaksin virus corona sehingga bisa terjun dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda satu tahun.

Anggota terlama IOC asal Kanada itu mengatakan bahwa Olimpiade masih dapat dilanjutkan dengan partisipasi atlet massal, tetapi hanya jika mereka divaksinasi, katanya kepada media lokal Inggris yang dikutip Reuters, Jumat.

"Di Kanada, di mana kita mungkin memiliki 300 atau 400 atlet, rasanya bisa untuk mengambil beberapa ratus dari jutaan vaksin yang tersedia agar bisa mewakili negara dalam acara sebesar ini. Saya rasa tidak akan ada protes publik akan hal itu," kata Pound.

"Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh setiap negara dan akan ada orang yang mengatakan bahwa atlet melompati antrean, tetapi saya pikir itulah cara paling realistis untuk melanjutkannya," katanya melanjutkan.

Baca juga: Olimpiade Tokyo habiskan 900 juta dolar AS untuk tangani virus corona
Baca juga: Gubernur Tokyo tegaskan tak ada alasan Olimpiade dibatalkan


Selama kunjungannya ke Tokyo pada November, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan para atlet akan didorong untuk mendapatkan vaksin tetapi tidak diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.

Secara terpisah, Pound mengatakan kepada BBC bahwa sifat pandemi virus corona yang selalu berubah berarti tidak ada yang bisa memastikan apakah Olimpiade akan berlangsung dalam waktu kurang dari 200 hari.

"Saya tidak bisa memastikan karena masalah utama yang mencolok adalah lonjakan virus," Pound menyebutkan.

Lebih dari 15.000 atlet dari hampir setiap negara di dunia diharapkan hadir ke Tokyo untuk Olimpiade yang dimulai pada 23 Juli, dan Paralimpiade berikutnya.

Kekhawatiran apakah Olimpiade dapat diadakan di Tokyo telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena kasus COVID-19 meningkat di Jepang dan di seluruh dunia.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Kamis menegaskan kembali niatnya untuk mengadakan Olimpiade, bahkan ketika ia mengumumkan keadaan darurat di ibu kota dan prefektur sekitarnya.

Baca juga: IAAF : atlet harus antri dalam prioritas pembagian vaksin
Baca juga: Masa tinggal atlet Olimpiade di Jepang bakal lebih singkat
Baca juga: Atlet Olimpiade Tokyo akan dites virus setiap 4-5 hari sekali

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar