Sumsel normalisasi lima anak sungai anggarkan Rp1 miliar

Sumsel normalisasi lima anak sungai anggarkan Rp1 miliar

Warga mencuci di pinggir anak sungai musi Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/2/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

penataan lingkungan yang ada di kawasan Danau OPI Jakabaring.
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memprogramkan normalisasi lima anak sungai menganggarkan dana Rp1 miliar pada 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Selatan Herwan di Palembang, Jumat, mengatakan, lima anak sungai yang dilakukan pemeliharaan, yakni, Sungai Aur, Sungai Kapitan, Sungai Durian, Sungai Kedukan dan Sungai Solok Udang.

“Kegiatannya akan dimulai 2021 ini. Tujuannya supaya sungai itu sesuai fungsinya,” kata dia.

Selain memelihara anak sungai, Dinas PSDA Provinsi Sumsel juga berencana melakukan revitalisasi Danau OPI yang berada di kawasan Jakabaring, Kota Palembang.

Rencana revitalisasi kawasan tersebut sudah masuk dalam rencana kerjanya dengan pengerjaan konstruksi pada 2022.

“Ke depan kami akan melakukan penataan lingkungan yang ada di kawasan Danau OPI Jakabaring. Akan dipugar konstruksi fisiknya,” tambah Herwan.

Selain berfungsi sebagai penampung air, danau tersebut ke depan bakal dijadikan multifungsi yakni menjadi kawasan objek wisata.

Baca juga: 15 kendaraan berat dikerahkan normalisasi Sungai Kalibokor Surabaya

Baca juga: Antisipasi banjir, sungai di Pekalongan-Jateng dinormalisasi


Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Birendrajana mengatakan pihaknya akan melakukan operasi pemeliharaan (OP) untuk beberapa sungai di Sumsel pada 2021 mendatang. Adapun sungai-sungai yang akan dilakukan OP yakni, Sungai Bendung, Kedukan, Kelekar, Perkuatan Tebing Bailangu, dan Sekanak Lambidaro.

“Tahun ini bagian OP sedang melakukan pemeliharaan rutin setiap tahunnya untuk 16 anak Sungai Musi,” terang

Ia mengatakan tahun depan pihaknya juga akan mendorong Pemkot Palembang untuk membuat kolam retensi yang ada di Simpang Bandara dan Punti Kayu. Saat ini, pembangunan kedua kolam retensi tersebut sudah dibahas oleh Pemkot Palembang.

“Kami masih menunggu, pasalnya saat ini masih terkendala pembebasan lahan oleh Pemkot Palembang,” kata dia.

Untuk saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII terus melakukan operasi dan pemeliharaan terhadap kolam retensi Brimob di Jalan Demang Lebar Daun serta Pompa Pengendalian Banjir Sungai Bendung. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banjir saat musim hujan yang melanda Kota Palembang.

“Untuk menangani banjir saat musim penghujan, kami juga sudah membentuk satuan tugas,” kata dia.

Baca juga: Pegiat: Normalisasi sungai harus melalui gerakan 3M

Baca juga: BPDAS Musi tanam 3.000 bibit buah di OKU Timur

 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Zona merah pengaruhi omset pedagang pernak pernik Imlek di Palembang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar