PTPN V-BBKSDA Riau bentuk tim lindungi gajah sumatera

PTPN V-BBKSDA Riau bentuk tim lindungi gajah sumatera

SEVP Operation PTPN V Ospin Sembiring didampingi Kepala BBKSDA Riau Suharyono menanam bibit tanaman yang akan menjadi makanan gajah sumatera. PTPN V berkomitmen melaksanakan mitigasi dan perlindungan gajah sumatera di areal operasinya. (ANTARA/HO-PTPNV)

"PTPN V mengambil langkah yang luar biasa agar konflik atau gajah yang masuk ke kebun ini bisa segera teratasi dengan tepat," katanya.
Pekanbaru (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara V dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau membentuk tim gabungan penanganan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Jumat, mengatakan berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau organisasi internasional untuk konservasi sumber daya alam mengategorikan gajah sumatra masuk ke dalam spesies yang nyaris punah.

"Kita sangat concern dengan hal tersebut. Sebagai perusahaan negara, kita harus menginisiasi melalui tindakan nyata dengan membantu mitigasi dan melindungi gajah sumatera," kata Jatmiko.

Ia mengatakan tim gabungan itu telah mendapatkan pelatihan mitigasi gajah sumatera yang diselenggarakan di salah satu unit kebun PTPN V di Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu.

Baca juga: Polda Riau ungkap perdagangan gading gajah libatkan oknum guru

Melalui sinergitas tersebut, lanjut Jatmiko, diharapkan potensi konflik satwa bongsor yang dilindungi berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 1990 tersebut bisa dicegah.

Dia menyebutkan bahwa PTPN V akan berupaya membantu upaya mitigasi bersama BBKSDA Riau melalui pelatihan kepada karyawan dan masyarakat sekitar unit perkebunan Air Molek.

"Terima kasih kepada BBKSDA Riau yang berkenan memberikan pendidikan konservasi kepada masyarakat sekitar perkebunan PTPN V Air Molek dan karyawan kami. Teknik penanganan mitigasi satwa liar, khususnya gajah sumatera ini diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik," tuturnya.

Pembentukan dan pelatihan mitigasi gajah itu melibatkan 30 karyawan dan warga di sekitar areal perusahaan. Mereka tergabung menjadi tiga tim besar yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam penanganan konflik gajah sumatera.

Baca juga: Selama 2020, terjadi 132 konflik satwa liar di Aceh

Selain pembentukan tim mitigasi gabungan, ia menuturkan PTPN V turut membudidayakan sejumlah tanaman yang menjadi pakan gajah, seperti pisang, bambu, rerumputan dan sejumlah tanaman lainnya.

Lokasi penanaman berada di perbatasan Kebun Air Molek Pesikaian, tidak jauh dari sebuah kolam yang kerap menjadi tempat pemandian gajah liar sumatera.

Kepala BBKSDA Provinsi Riau Suharyono mengapresiasi langkah PTPN V yang peduli dengan konservasi gajah liar sumatera yang merupakan salah satu jenis satwa liar endemik Indonesia yang sudah terancam populasinya.

"PTPN V mengambil langkah yang luar biasa agar konflik atau gajah yang masuk ke kebun ini bisa segera teratasi dengan tepat," katanya.

Suharyono juga berharap dengan adanya pelatihan tersebut, nantinya PTPN V dan masyarakat di sekitar Air Molek dapat bekerjasama dengan BBKSDA Riau dalam penanganan konflik gajah sumatera. Ia juga berpesan jika nanti tim mitigasi PTPN V tidak bisa menangani kala bertemu dengan gajah, dia mengatakan agar dapat menghubungi tim reaksi cepat BBKSDA Riau.

"Ke depan kita bisa hidup berdampingan dengan satwa liar, termasuk gajah," kata dia.

Baca juga: BBKSDA Riau halau 14 gajah liar yang masuk permukiman
 

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BKSDA Aceh rawat intensif bayi gajah yang terjebak di lumpur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar