Liga 1 Indonesia

Rencana Liga 1 digelar 1 Februari dinilai tidak rasional

Rencana Liga 1 digelar 1 Februari dinilai tidak rasional

Foto arsip - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts dalam jumpa pers jelang laga lanjutan LIga 1 2020 antara Arema FC lawan Persib Bandung, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Jakarta (ANTARA) - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru masih mengupayakan izin dari kepolisian untuk melanjutkan kompetisi, tetapi sebagian kalangan di antaranya pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menilai rencana menggelar Liga 1 Indonesia pada 1 Februari sudah tak rasional.

Anggapan itu mengacu pada persiapan tim yang tak mungkin dilakukan dalam waktu yang sangat mepet, apalagi kini sudah 8 Januari sementara izin belum juga diterbitkan.

Klub-klub minimal membutuhkan waktu sebulan penuh agar bisa mencapai performa yang diinginkan dan itu pun dengan persiapan seadanya. Di sisi lain, banyak pemain asing yang hengkang dan sulit bagi tim mendatangkan pemain baru.

Klub yang masih mengikat pemain asing tak ketinggalan bingung. Mayoritas pemain asing berada di negaranya masing-masing dan sulit kembali dalam waktu dekat karena imbas aturan pengetatan keluar-masuk suatu negara.

"Dari sudut pandang keilmuan dan teknis, kita tidak mungkin bisa berharap pertandingan yang berkualitas setelah selama satu tahun tidak menjalani pertandingan," kata Robert Rene Alberts beberapa waktu lalu.

"Setelah tak bertanding selama 10 bulan, secara bersamaan itu adalah hal yang berbahaya bagi pemain karena mereka tidak bisa mempersiapkan dirinya secara maksimal," sambung dia.

Bukan hanya soal pemain, klub-klub juga dihadapkan kepada situasi sulit terutama dalam hal finansial. Tak ada kompetisi selama 10 bulan berarti tak ada pemasukan tambahan untuk kelancaran operasional klub.

Baca juga: Bank Papua klarifikasi perihal masalah sponsorship dengan Persipura

Dua klub bahkan sudah menyatakan menghentikan aktivitas latihan mandiri seperti Madura United dan Persipura Jayapura yang bahkan tengah mengalami krisis finansial akibat sponsor utamanya mundur dan tak melunasi sisa kontrak.

Robert meminta PSSI menghentikan kompetisi 2020 dan lebih baik menata untuk musim 2021 sehingga klub bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang.

"Pesan saya adalah berhenti memikirkan kompetisi 2020 bagaimanapun posisi di klasemen, hentikan itu berdasarkan peraturan dan fokus menghadapi liga baru musim 2021," kata dia.

Senada dengan Robert Alberts, kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa mendesak PSSI segera mengambil sikap dengan menentukan perencanaan liga dan status musim 2020.

"Masa persiapan yang ideal bagi pesepakbola adalah empat hingga enam pekan sebelum kompetisi dimulai. Jika kurang dari itu, akan berisiko bagi pemain sepakbola," kata Andritany dalam rilis resmi APPI.

Keputusan soal nasib kompetisi bakal berpengaruh kepada keputusan pemain dan klub, apalagi banyak pemain yang sudah habis masa kontraknya Desember nanti.

"Untuk itu, keputusan mengenai status dan waktu kompetisi akan sangat berpengaruh untuk persiapan para pesepakbola. Baik itu untuk melanjutkan kompetisi 2020 yang masih tertunda, atau pun memulai kompetisi musim 2021 yang baru," kata dia.

Baca juga: Bali United tunda kumpulkan pemain imbas PSBB Jawa-Bali

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Bandung izinkan Persib gelar pertandingan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar