Olimpiade

China simulasikan kondisi Jepang untuk persiapan Olimpiade Tokyo

China simulasikan kondisi Jepang untuk persiapan Olimpiade Tokyo

Seorang warga menggunakan masker pelindung wajah melintas di dekat penunjuk waktu mundur pelaksaan Opimpiade Tokyo 2020 di kawasan Roppongi, Tokyo (12/6/2020). ANTARA/AFO/Philip FONG/aa. (AFP/PHILIP FONG)

Dengan mensimulasikan lingkungan kompetisi dan merancang prosedur kompetisi yang sebenarnya, para atlet akan lebih siap untuk bersaing
Jakarta (ANTARA) - Kontingen China dikabarkan sedang melakukan persiapan tertutup jelang Olimpiade Tokyo dengan membuat sejumlah skenario kondisi di Jepang agar atletnya siap dengan atmosfer pertandingan yang mungkin tidak terduga.

China, yang menempati peringkat ketiga perolehan medali setelah Amerika Serikat dan Inggris di Olimpiade Rio 2016, bertekad untuk tampil lebih baik dalam pameran olahraga global yang berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus.

"Dengan mensimulasikan lingkungan kompetisi dan merancang prosedur kompetisi yang sebenarnya, para atlet akan lebih siap untuk bersaing di bawah tekanan tinggi," kata pelatih panahan Pan Minrui kepada Xinhua, yang dikutip Reuters, Sabtu.

Baca juga: Warga Jepang pesimistis olimpiade bisa digelar secara aman
Baca juga: Penduduk Tokyo khawatir Olimpiade jadi pembawa virus


Komite Olimpiade Internasional (IOC) berharap penonton dapat menghadiri olimpiade, tetapi keraguan tetap ada terutama setelah Tokyo berada dalam keadaan darurat kedua pada hari Jumat.

Para pesenam China, bagaimanapun, tidak melewatkan setiap celah dalam persiapan mereka, Direktur Pusat Manajemen Senam Administrasi Umum Olahraga China Miao Zhongyi mengatakan.

"Semua atlet juga perlu hidup dan bersaing dalam lingkungan protokol yang ketat selama Olimpiade Tokyo, jadi jika mereka terbiasa dengan lingkungan seperti itu mereka akan mendapat keunggulan psikologis di arena," kata Miao.

Baca juga: IOC berharap atlet diprioritaskan dapat vaksin untuk Olimpiade Tokyo

Tim dayung dan kano China sedang berlatih di Danau Qiandao di provinsi Zhejiang, China timur.

"Latihan musim dingin adalah periode terpenting untuk latihan fisik," kata juara dunia dobel ganda putra Zhang Liang.

"Kami punya (agenda) olimpiade dan kejuaraan dunia di Shanghai tahun ini. Kami punya jadwal yang ketat, yang mengharuskan kami memanfaatkan sepenuhnya setiap hari pelatihan musim dingin untuk menetapkan awal tahun yang solid," pungkasnya.

Baca juga: 2020 tandai keputusan bersejarah penundaan Olimpiade Tokyo
Baca juga: Api Olimpiade dipastikan tetap mengunjungi setiap wilayah Jepang
Baca juga: Gubernur Tokyo tegaskan tak ada alasan Olimpiade dibatalkan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aksi para pemanjat tebing anak di China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar