Gubernur Sulbar canangkan penanaman 30 hektare kedelai

Gubernur Sulbar canangkan penanaman 30 hektare kedelai

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar saat melakukan pencanangan penanaman kedelai di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (9/1/2021). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulbar/am.

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar melakukan pencanangan penanaman kedelai di lahan kering di Desa Tandung, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu.

"Pencanangan ini sebagai langkah pemerintah menindaklanjuti program nasional dalam mengembangkan tanaman kedelai di Sulbar," kata Ali Baal Masdar.

Pencanangan di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar itu, dilakukan di lahan seluas 300 hektare.

Pada kesempatan itu, Ali Baal Masdar menyampaikan apresiasi pada upaya yang dilakukan kelompok tani di Kecamatan Tinambung, yang memberdayakan lahan kering untuk menggarap tanaman kedelai.

"Kita bersyukur, di Tinambung sudah menyiapkan lahan khusus pengembangan kedelai. Tanaman kedelai adalah bantuan dari pemerintah pusat. Untuk Provinsi Sulbar, kita diberikan 50 ribu hektare dan yang paling besar di Indonesia," ujar Ali Baal Masdar.

Gubernur berharap, ke depan para kelompok petani menyasar lahan yang terbengkalai untuk dimanfaatkan sebagai lahan pengembangan kedelai.

Baca juga: Perajin tahu-tempe berharap ada pasokan kedelai lokal

"Dengan begitu, petani memberikan sumbangsih besar untuk perekonomian daerah," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Sulbar Syamsul Maarif menyebutkan, di Kecamatan Tinambung telah direncanakan pengembangan tanaman kedelai seluas 300 hektare.

"Di awal tahun ini sudah dikerjakan delapan hektare dari target 160 hektare. Kita menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur agar program nasional ini bisa terealisasi," kata Syamsul Maarif.

Salah seorang petani kedelai Yusuf menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Sulbar, khususnya kehadiran Gubernur yang melakukan pencanangan kedelai di daerah itu.

"Masyarakat di sini punya potensi lahan yang luas dan untuk tahap awal kita mengggarap 20 hektare dulu," tutur Yusuf.

Ia mengaku, di awal tahun ini para petani masih terkendala musim hujan sehingga garapan lahan masih harus menunggu hingga kondisi tanah layak untuk ditanami bibit kedelai.

Baca juga: Bantu perajin tempe, Kementan jamin pasokan dan harga kedelai 100 hari

Pada pencanganan tersebut Gubernur Sulbar yang didampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah dan unsur forkopimda juga menyerahkan bantuan berupa power theser, Corn Seller, revitalisasi RMU, motor roda tiga, bawang merah dan bawang putih, alat kultivator serta perpompaan untuk irigasi pertanian.

Pewarta: Amirullah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Riau berharap 300 hektare hutan adat dapat pengakuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar