Olimpiade

Wiebe: Orang rentan harus diutamakan di atas atlet untuk vaksin

Wiebe: Orang rentan harus diutamakan di atas atlet untuk vaksin

Wartawan mengambil gambar cincin raksasa Olimpiade pada 1 Desember 2020 di Tokyo, Jepang. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/aa.

Mereka (atlet) sudah sehat, mereka berada dalam kelompok usia yang belum terbukti sangat rentan terhadap hasil fatal dari penyakit ini
Jakarta (ANTARA) - Juara gulat Olimpiade asal Kanada Erica Wiebe mengatakan pekerja garis depan dan orang-orang yang rentan harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin daripada atlet Olimpiade.

"Saya kira Olimpiade dibuat secara murni lebih dari sekedar menempatkan atlet di atas panggung untuk menghibur dunia," kata Wiebe pada media lokal yang dikutip Reuters, Minggu.

Sebelumnya, pejabat senior Olimpiade Dick Pound pada Jumat menyampaikan keinginannya agar para atlet harus menjadi prioritas pada pemberian vaksin COVID-19 sehingga Olimpiade Tokyo dapat berjalan sesuai jadwal pada 23 Juli.

Baca juga: China simulasikan kondisi Jepang untuk persiapan Olimpiade Tokyo

Lebih dari 15.000 atlet dari hampir setiap negara di dunia diperkirakan akan memasuki Tokyo untuk Olimpiade dan Paralimpiade.

"Orang terpenting yang perlu mendapatkan vaksin adalah pekerja garis depan, mereka yang paling berisiko dan orang-orang di panti jompo, merekalah yang perlu diprioritaskan," ujar Wiebe menambahkan.

Senada dengannya, rekan senegaranya Kyle Shewfelt, atlet senam pemenang medali emas Olimpiade Athena 2004, turut mendukung gagasan bahwa atlet bukan prioritas pembagian vaksin.

"Dari sudut pandang moral, itu tidak sesuai. Mereka (atlet) sudah sehat, mereka berada dalam kelompok usia yang belum terbukti sangat rentan terhadap hasil fatal dari penyakit ini," Kyle menegaskan.

Baca juga: Warga Jepang pesimistis olimpiade bisa digelar secara aman
Baca juga: Penduduk Tokyo khawatir Olimpiade jadi pembawa virus


"Meski saya ingin Olimpiade terus dilanjutkan, tapi tidak ada keraguan bagi saya ke mana (vaksin) harus dibagikan. Olimpiade masih bisa berjalan dengan aman, terlepas dari apakah atletnya divaksinasi atau tidak," ungkapnya.

Selama kunjungannya ke Tokyo pada bulan November, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengatakan para atlet akan didorong untuk mendapatkan vaksin tetapi tidak diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.

Kekhawatiran apakah Olimpiade dapat diadakan di Tokyo telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena kasus COVID-19 meningkat di Jepang dan di seluruh dunia.

Baca juga: IOC berharap atlet diprioritaskan dapat vaksin untuk Olimpiade Tokyo

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aksi para pemanjat tebing anak di China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar