TIM DVI Polda Kalbar ambil 10 sampel DNA keluarga korban Sriwijaya Air

TIM DVI Polda Kalbar ambil 10 sampel DNA keluarga korban Sriwijaya Air

TIM DVI dari Biddokkes Polda Kalbar, hingga Minggu siang sudah mengambil sebanyak 10 sampel DNA dari keluarga korban penumpang maskapai Sriwijaya Air SJ-182 dari Jakarta tujuan Pontianak, yang jatuh, Sabtu (9/1) kemarin. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - TIM DVI dari Biddokkes Polda Kalimantan Barat hingga Minggu siang sudah mengambil 10 sampel DNA dari keluarga korban penumpang maskapai Sriwijaya Air SJ-182 dari Jakarta tujuan Pontianak, yang jatuh, Sabtu (9/1).

"Hingga saat sudah terhitung dua hari kami melakukan pengambilan sampel DNA kepada pihak keluarga inti korban," kata Kepala Biddokkes Polda Kalbar Kombes (Pol) dr Trisusilo di Sungai Raya.

Selain itu, katanya, pihaknya juga telah melakukan wawancara pada 14 orang pihak keluarga korban inti untuk selanjutnya diambil sampel DNA-nya.

Baca juga: Posko Ante Mortem-DVI RS Polri lakukan persiapan

Dia menjelaskan pengambilan sampel DNA tidak hanya dilakukan di Pontianak saja, tetapi juga dan bisa di Jakarta dan Bandung dan sampelnya akan terkumpul di Pusat Dokkes Cipinang.

"Kami siap melayani pengambikan sampel DNA sampai pukul 17.00 WIB, dan kalau memang diperlukan bisa melayani sampai pukul 22.00 WIB," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga belum mengetahui sampai kapan proses evakuasi dan pencarian pihak korban maskapai Sriwijaya Air SJ-182.

Sebelumnya, pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca juga: Polri menyiagakan tim DVI di RS Polri Kramat Jati

Baca juga: Kabasarnas serahkan serpihan yang diduga Sriwijaya Air SJ 182 ke DVI

Pewarta: Andilala
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Posko krisis kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Bandara Supadio ditutup

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar