Tak ada serpihan pesawat di sekitar Pulau Laki

Tak ada serpihan pesawat di sekitar Pulau Laki

Pulau Laki yang berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. (ANTARA/Achmad Irfan)

Di sini kan ada markas TNI. jadi nelayan setempat diminta memberi info bila menemukan benda mencurigakan di perairan
Tangerang (ANTARA) - Suasana di Pulau Laki yang jadi lokasi dekat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tidak terlihat adanya puing serpihan pesawat.

Pantauan Antara secara langsung di sekitar Pulau Laki, Minggu, hingga pukul 11.00 WIB tak tampak adanya pencarian oleh petugas, hanya terlihat pesawat milik TNI yang mengitari Pulau Laki, Pulau Lancang dan Pulau Bokor. sedangkan kapal pencarian terlihat fokus di sekitar Pulau Lancang.

Erwin, seorang nelayan dari Tanjung Kait, Tangerang, Banten, mengaku dirinya berada di antara Pulau Lancang dan Pulau Bokor saat kejadian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 usai mengantar pemancing ke Pulau Laki.

Baca juga: Nelayan Tangerang ikut mencari serpihan pesawat Sriwijaya Air

Erwin mengaku mendengar suara ledakan, tetapi tidak mengira dari pesawat yang jatuh, karena suasana hujan lebat dan ombak besar.

"Kami mengira dari petir saja, namun keras sekali. Sampai warga di pesisir Tanjung Kait saja dengar semua," katanya kepada Antara saat menyisir di sekitar Pulau Laki menggunakan kapal nelayan.

Erwin melanjutkan jika Sabtu (9/1) sore dirinya baru pulang dari Pulau Laki ke darat (pesisir Tanjung Kait, red) pada pukul 17.00 WIB, namun dirinya tak melihat tanda - tanda pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki.

Erwin mengungkapkan kedalaman laut di Pulau Laki maupun Pulau Lancang tak terlalu dalamusnya mudah diketahui jika ada badan pesawat. "Mungkin hari ini baru terlihat. sebab kemarin jarak pandang hanya tujuh meter saja," ujarnya.

Baca juga: Sriwijaya Air jatuh, Warga Pantai Tanjung Kait mengaku dengar ledakan

Edeng Saputra, nelayan lainnya mengaku juga ikut mencari serpihan pesawat Sriwijaya air, bahkan dirinya meminta kepada pemancing  untuk memberi info jika menemukan benda mencurigakan milik penumpang.

Edeng mengungkapkan pihak TNI menginformasikan ada pesawat jatuh, sehingga warga pesisir Tanjung Kait diminta melapor jika menemukan sesuatu di laut.

"Di sini kan ada markas TNI. jadi nelayan setempat diminta memberi info bila menemukan benda mencurigakan di perairan," ujarnya.

Kemudian Muhtar selaku pemancing dari tanah tinggi mengaku tertarik membantu pencairan serpihan pesawat. "Mancing bareng teman, siapa tau bisa bantu temukan serpihan," ujarnya.

Jarak dari pesisir Tanjung Kait ke Pulau Laki berkisar 30 menit ditempuh menggunakan perahu nelayan, sedangkan ke Pulau Lancang membutuhkan waktu satu jam perjalanan.

Baca juga: Tim DMC dan Barzah Dompet Dhuafa bantu evakuasi korban Sriwijaya Air

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Al A'zhom, masjid berkubah tanpa penyangga terbesar di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar