BPBD Cianjur mencatat tiga peristiwa bencana alam di awal tahun

BPBD Cianjur mencatat tiga peristiwa bencana alam di awal tahun

BPBD Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepanjang awal tahun tiga bencana alam terjadi, bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, merupakan bencana alam ketiga. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, selama satu pekan terakhir atau awal tahun, tiga peristiwa bencana alam melanda sejumlah wilayah selatan Cianjur, mulai dari longsor hingga banjir dan longsor di Kecamatan Naringgul, sehingga warga di daerah rawan bencana di imbau waspada.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi, Ahad, mengatakan hingga saat ini curah hujan yang turun di sebagian besar wilayah Cianjur, masih tinggi sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam karena sebagian besar wilayah Cianjur, masuk dalam zona merah bencana.

"Longsor tercatat sudah dua kali terjadi di wilayah selatan, sedangkan banjir pertama kali di awal tahun, terjadi di Kecamatan Naringgul, dimana longsor disertai banjir, sehingga jalur utama Bandung-Cianjur selatan kembali terputus," katanya.

Tingginya curah hujan dengan intensitas lama, ungkap dia, membuat pihaknya menyiagakan seluruh Relawan Tangguh Bencana (Retana) di masing-masing kecamatan, untuk meningkatkan kewaspadaan termasuk membaca tanda-tanda alam akan terjadinya bencana.

Baca juga: Banjir bandang dan longsor tutup ruas jalan utama Bandung-Cianjur

Baca juga: Jalur Puncak-Cianjur dapat dilalui setelah sempat tertimbun longsor


Relawan diminta untuk segera melakukan evakuasi dan mitigasi bencana serta segera mengungsikan warga jika melihat tanda atau antisipasi bencana alam susulan seperti yang terjadi di Kecamatan Naringgul yang tercatat sudah tiga kali terjadi bencana di awal tahun.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kapan curah hujan akan berhenti, namun untuk saat ini, kami mengimbau warga melalui Retana, untuk siaga bencana dan segera mengungsi jika melihat tanda alam guna meminimalisir korban jiwa," katanya.

Sementara terkait bencana alam yang terjadi di Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, puluhan kepala keluarga diungsikan sementara dan dua kepala keluarga terpaksa menumpang di rumah sanak saudaranya karena rumah mereka ambruk terbawa banjir.

"Kita sudah mengirimkan logistik untuk warga yang mengungsi, sedangkan data sementara dari petugas di lapangan, 20 kepala keluarga sempat diungsikan, namun siang ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing, namun mereka diimbau tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan lebat kembali turun," katanya.*

Baca juga: Jalan penghubung kecamatan di Cianjur terputus akibat longsor

Baca juga: BPBD Cianjur: Sebagian besar korban longsor sudah pulang ke rumah

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar