PMI beri dukungan psikososial keluarga korban kecelakaan Sriwijaya

PMI beri dukungan psikososial keluarga korban kecelakaan Sriwijaya

Posko PMI Kalbar di Bandara Supadio untuk memberikan layanan Restoring Family Link (RFL) atau pemulihan hubungan keluarga untuk keluarga korban kecelakan pesawat Sriwijaya AIR SJ-182. (Antara/HO/PMI Kalbar)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan dukungan psikososial atau Psychosocial Support Prgramme (PSP) untuk keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya AIR SJ 182 yang jatuh di perairan laut Kepulauan Seribu pada Sabtu, (9/1|).

"Dukungan psikososial ini untuk membantu menenangkan para keluarga korban yang sedang berduka atas kejadian musibah tersebut dengan cara memberikan semangat agar tetap berpikir positif," kata Staf Bidang Penanggung Bencana PMI Provinsi Kalimantan Barat Lidia Nurvitha melalui sambungan telepon, Ahad.

Menurutnya, relawan yang ditugaskan untuk melakukan PSP ini sebanyak empat orang yang tentunya sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan program dukungan psikososial ini.

Layanan tersebut diberikan di pos gabungan Bandara Supadio, Pontiakan, Kalbar. Relawan yang memberikan dukungan psikososial ini mencoba mengajak bicara keluarga korban agar tetap berpikir positif dan mentalnya terjaga.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya sambangi RS Polri kuatkan keluarga korban

Baca juga: Peristiwa Sriwijaya Air SJ-182, Nurdin Abdullah berharap ada mukjizat


Program dukungan psikososial ini diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, wanita maupun lanjut usia. Ada berbagai teknik yang dilakukan agar para keluarga korban yang sedang menunggu berbagai informasi terkait perkembangan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bisa lebih tenang.

"Dalam memberikan berbagai pelayanan untuk keluarga korban, kami tetap menerapkan protokol kesehatan untuk antisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 apalagi kondisi saat ini di Bandara Supadio cukup ramai warga," ujarnya.

Selain PSP, Lidia mengatakan PMI juga membuka layanan Restoring Family Link (RFL) atau pemulihan hubungan keluarga untuk membantu dalam pencocokan data antara korban dengan keluarga korban.

Kemudian pihaknya juga menyiagakan ambulans yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk evakuasi, seperti adanya keluarga korban yang tiba-tiba sakit atau tidak sadarkan diri menerima kenyataan pahit yang dialami korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini.*

Baca juga: BNPB kirim dukungan logistik-peralatan untuk cari Sriwijaya SJ-182

Baca juga: Tim Penyelam Yontaifib temukan KTP atas nama Yaman Zai

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar