UGD rumah sakit di Sydney tutup setelah pasien positif COVID

UGD rumah sakit di Sydney tutup setelah pasien positif COVID

Seorang petugas medis melayani warga yang antre dalam kendaraan mereka untuk menjalani tes COVID-19 dengan cara lantatur di klinik Rumah Sakit St.Vincent di kawasan pantai Bondi, Sydney, Minggu (20/12/2020). Pantai utara Sydney diisolasi karena klaster corona terus berlanjut seiring munculnya kekhawatiran bahwa virus akan menyebar ke bagian lain kota terbesar di Australia itu. ANTARA/REUTERS/AAPIMAGE/Dean Lewins/aa.

Sydney (ANTARA) - Unit gawat darurat (UGD) sebuah rumah sakit di Sydney ditutup setelah seorang pasien dinyatakan positif COVID-19, kata pihak berwenang Australia, Senin, sementara Kota Brisbane mewajibkan penggunaan masker di tempat-tempat umum.

Seorang pria berusia 40-an oada Minggu (10/1) dinyatakan positif terkena virus setelah datang di Rumah Sakit Mount Druitt Sydney. 

Penemuan tersebut mendorong pihak rumah sakit menutup UGD-nya untuk pembersihan. Media melaporkan bahwa mobil-mobil ambulans dialihkan ke rumah sakit lain.

Meskipun unit tersebut dibuka kembali pada Senin, pejabat kesehatan mengatakan mereka akan menyelidiki pergerakan pria tersebut untuk melacak di mana dia tertular penyakit dan apakah kasus pria itu terkait dengan varian yang sangat menular yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk melakukan pengujian genom cepat untuk memahami di mana posisi virus ini dalam kaitannya dengan garis turunannya dan apakah itu memberi kami beberapa petunjuk soal penularan," kata kepala badan kesehatan Negara Bagian New South Wales, Kerry Chant ,pada konferensi pers yang disiarkan di televisi.

Karena laki-laki tersebut dan anggota keluarganya yang lain dinyatakan positif setelah pukul 20.00 waktu setempat, mereka akan dimasukkan dalam penghitungan kasus virus corona resmi hari berikutnya.

Dalam 24 jam hingga pukul 20.00 pada Minggu, tiga orang di Sydney dinyatakan positif, kata Chant. Kasus tersebut merupakan satu-satunya penularan lokal di Australia pada hari itu.

Berkat penutupan perbatasan dan kepatuhan yang luas terhadap aturan pembatasan sosial, serta dengan program pengujian dan pelacakan yang agresif, Australia telah lebih berhasil daripada kebanyakan negara maju dalam mengelola pandemi. 

Total infeksi di negara berpenduduk 25 juta orang itu tercatat sekitar 28.600, termasuk 909 orang meninggal.

Pekan lalu, Negara Bagian Queensland menempatkan Brisbane, kota terpadat ketiga di negara itu, ke dalam penguncian selama tiga hari setelah satu orang dinyatakan positif mengidap varian yang pertama ditemukan di Inggris.

Penguncian dicabut pada Senin setelah negara bagian itu melaporkan tidak ada infeksi baru, meskipun pihak berwenang mewajibkan selama 10 hari bagi penduduk untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan, seperti pusat perbelanjaan.

Sydney dan Melbourne juga mewajibkan penggunaan masker di tempat umum.

"Ini hanya selama 10 hari dan semoga jika kita tidak ada penularan lokal selama 10 hari itu, kita dapat kembali seperti di seluruh Queensland," kata kepala pemerintahan Queensland, Annastacia Palaszczuk.

Sumber: Reuters

Baca juga: Australia waspada tinggi atas masuknya varian baru COVID-19

Baca juga: Australia: vaksinasi COVID-19 mungkin dimulai pada Februari

Baca juga: Tiga kota di Australia diminta jalankan tes dan isolasi COVID


 

Menlu Retno dorong kolaborasi obat dan vaksin COVID-19 ASEAN-Australia

 

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar