Bapelkes Batam latih 9.772 vaksinator dari lima provinsi

Bapelkes Batam latih 9.772 vaksinator dari lima provinsi

Pembukaan pelatihan tata laksana vaksinasi COVID-19 bagi vaksinator di fasilitas pelayanan kesehatan gelombang I Provinsi Aceh, Sumbar, Sumut, dan Riau di Batam, Selasa. ANTARA/Dok Bapelkes Batam.

Batam (ANTARA) - Balai Pelatihan Kesehatan RI Kota Batam melatih 9.772 orang vaksinator yang bertugas memberikan vaksin COVID-19 dari lima provinsi di Sumatera pada 2021.

"Pelatihan sudah mulai, ada target untuk melatih vaksinator tambahan sebanyak 9.772 orang," kata Kepala Bapelkes Batam Asep Zaenal Mustofa di Batam, Selasa.

Ia mengatakan program serupa sudah dijalankan pada 2020 yang diikuti 2.739 orang dari Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Batam dapat 6.000 vaksin COVID-19 gelombang pertama

Baca juga: Total kasus positif COVID-19 di Batam capai 5.111 orang


Namun, karena jumlahnya dinilai kurang, tahun ini ditambah lagi hingga total menjadi 12.511 vaksinator di lima provinsi, yakni Kepri, Riau, Aceh, .Sumatera Utara dan Sumbar.

Pelatihan diikuti dokter, perawat dan bidan dari puskesmas-puskesmas yang bertugas di lima provinsi tersebut.

"Setiap puskesmas lima orang. Kalau dulu baru satu orang, sekarang jumlahnya digenapkan menjadi lima orang," kata dia.

Ia menyampaikan pelatihan diberikan melalui dalam jaringan, mengingat saat ini masih situasi pandemi COVID-19.

Beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan itu, antara lain kebijakan vaksinasi, strategi komunikasi, penyimpanan vaksin, imunisasi, pencatatan dan pelaporan serta monitoring evaluasi penyelenggaraan imunisasi.

Baca juga: Ahli: Vaksinator di semua faskes harus diberi perlindungan penuh

Baca juga: Pemkab Nagan Raya Aceh siapkan 75 vaksinator vaksin COVID-19


Pelatihan, kata dia, dibagi dalam beberapa gelombang secara bergantian. Setiap gelombang diikuti sekitar 1.700 orang dengan durasi pembelajaran selama tiga hari. "Setelah tiga hari, dibuka lagi untuk pelatihan berikutnya," tuturnya.

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar