Pharmaniaga Malaysia teken perjanjian vaksin COVID dengan Sinovac

Pharmaniaga Malaysia teken perjanjian vaksin COVID dengan Sinovac

Ilustrasi - Seorang dokter mengambil sampel usab dari seorang pria untuk tes COVID-19 di luar Clinic Ajwa, Shah Alam, Malaysia, Kamis (10/12/2020). Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan vaksin COVID-19 tidak harus mendapatkan sertifikasi halal agar dapat didistribusikan di Malaysia. ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/rwa.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perusahaan farmasi Pharmaniaga Bhd asal Malaysia telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Sinovac China untuk membeli vaksin COVID-19 yang siap diisi dan kemudian memproduksi vaksin itu di dalam negeri, kata perusahaan itu, Selasa (12/1).

Pharmaniaga mengatakan dalam pengajuan ke bursa bahwa perusahaan itu akan melakukan proses pengisian dan penyelesaian vaksin di Malaysia, dan kemudian akan masuk ke manufaktur lokal, di bawah lisensi dari Sinovac untuk teknologi dan pengetahuannya.

"Ini juga akan membantu Pharmaniaga dalam kemitraan jangka panjang, termasuk transfer teknologi untuk menumbuhkan sektor tersebut di Malaysia," kata pihak Pharmaniaga.

Malaysia telah melakukan pembicaraan untuk mengamankan sebanyak 23,9 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dan produsen vaksin lain asal China CanSino Biologics, dan dari Institut Gamaleya Rusia -- pembuat vaksin Sputnik V.

Negara Asia Tenggara itu juga telah memperoleh vaksin virus corona dari perusahaan farmasi Amerika Serikat dan Jerman Pfizer-BioNTech, serta perusahaan biofarmasi Inggris-Swedia AstraZeneca PLC.

Sumber: Reuters
Baca juga: PM Malaysia dan barisan depan terima vaksin COVID-19 pertama
Baca juga: Menteri Pembangunan Wanita Malaysia positif COVID-19
Baca juga: Menteri ekonomi Malaysia positif COVID-19

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar