Bareskrim minta keterangan tambahan 3 ahli kasus RS UMMI Bogor

Bareskrim minta keterangan tambahan 3 ahli kasus RS UMMI Bogor

Rumah Sakit UMMI, di Jalan Empang II, Kota Bogor (ANTARA/HO/RS UMMI)

Hanya pemeriksaan tambahan beberapa ahli
Jakarta (ANTARA) - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri meminta keterangan tambahan dari tiga ahli pada Selasa, terkait penyidikan kasus dugaan menghalangi kerja Satgas Penanganan COVID-19 oleh RS Ummi, Bogor, Jawa Barat atas pelayanan kesehatan risiko COVID-19 terhadap Rizieq Shihab.

"Hanya pemeriksaan tambahan beberapa ahli," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ketiga ahli yang diperiksa adalah ahli pidana, ahli bahasa, dan psikolog. "Tiga ahli, ahli pidana, ahli bahasa, dan psikologi," katanya pula.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, yakni Rizieq Shihab, Direktur Utama RS UMMI dr Andi Tatat, dan menantu Rizieq, Hanif Alatas.

Penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus tersebut usai gelar perkara pada Jumat (8/1) pekan lalu.
Baca juga: Bareskrim Polri tetapkan Rizieq Shihab tersangka kasus RS UMMI Bogor


Rencananya penyidik akan memanggil ketiga tersangka tersebut pada pekan ini untuk dimintai keterangan.

Kasus ini bermula pada 27 November 2020 saat Rizieq menjalani tes swab di RS UMMI, Bogor yang dilakukan oleh tim dokter dari MER-C secara diam-diam.

Satgas COVID-19 Kota Bogor kemudian melaporkan Dirut RS UMMI dr Andi Tatat ke Polres Bogor di hari yang sama, karena RS UMMI dinilai tidak transparan dan tidak kooperatif saat diminta memberikan penjelasan mengenai hasil swab Rizieq.

Laporan tersebut teregister dengan nomor: LP/650/XI/2020/JBR/Polresta Bogor Kota tertanggal 27 November 2020.

Kemudian Rizieq yang masih menjalani observasi di RS tersebut, memutuskan untuk pergi dari RS. Beredar isu bahwa saat itu Rizieq kabur dari RS, namun asumsi itu dibantah oleh Rizieq.

Selanjutnya, penyidik Bareskrim Polri mengambil alih penanganan tiga kasus pelanggaran protokol kesehatan yang melibatkan Rizieq Shihab termasuk kasus di RS UMMI Bogor untuk memudahkan dan mengefektifkan penyidikan lantaran memiliki pelaku yang hampir sama.
Baca juga: Jadi tersangka kasus RS UMMI Bogor Rizieq terancam pasal berlapis
Baca juga: Setelah ditetapkan tersangka kasus RS UMMI, Rizieq segera diperiksa

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolda Jabar sebut ada konsekuensi hukum untuk RS UMMI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar