Menristek: Kemristek-Kemkes deteksi potensi mutasi baru virus COVID-19

Menristek: Kemristek-Kemkes deteksi potensi mutasi baru virus COVID-19

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara roadshow laboratorium mobile BSL-2 varian bus di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-UGM/am.

melacak kemungkinan mutasi berasal dari luar ada di Indonesia atau belum,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan berupaya mendeteksi secepat mungkin potensi mutasi baru virus corona, SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

"Genomic surveillance Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan akan berupaya mendeteksi sedini mungkin potensi mutasi virus COVID-19 sekaligus melacak kemungkinan mutasi yang berasal dari luar sudah ada di Indonesia atau belum," kata Menristek Bambang saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Selasa.

Menristek Bambang menuturkan kedua kementerian juga bekerja sama untuk mendeteksi jika varian baru virus penyebab COVID-19 yang berasal dari luar negeri sudah ada atau tidak di Indonesia.

Kedua kementerian melakukan surveilans genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dalam rangka mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan, dan pelacakan kasus untuk manajemen, pencegahan dan penanggulangan COVID-19, serta untuk koordinasi di tingkat nasional dan global.

Baca juga: LIPI: Varian baru COVID-19 Jepang belum terbukti lebih mematikan

Baca juga: Epidemiolog ingatkan ancaman nyata mutasi virus corona baru


Badan Kesehatan Dunia (WHO) diberitahu pada 9 Januari 2021 oleh otoritas Jepang tentang varian baru SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

Varian baru yang ditemukan di Jepang tersebut teridentifikasi melalui pengurutan genom utuh (whole genome sequencing) yang dilakukan pada sampel dari empat pelancong yang berasal dari Brasil yang diuji di bandara setempat di Jepang.

Strain baru tersebut berbeda dari varian yang sangat menular yang pertama kali ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Untuk mengetahui secara pasti apakah varian-varian tersebut sudah masuk ke Indonesia atau belum, Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan perlu dilakukan pengurutan genom utuh yang lebih intensif terhadap sampel-sampel pasien COVID-19 serta mereka yang terinfeksi virus di Indonesia.

Menurut Wien, salah satu cara mencegah masuknya varian-varian tersebut ke Indonesia adalah dengan memperketat mekanisme masuknya dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

Varian baru yang ditemukan di Jepang juga teridentifikasi berdasarkan kasus positif COVID-19 dari empat warga Brasil yang berada di karantina bandara di Jepang, yang mana kemudian dilakukan pengurutan genom utuh terhadap sampel dari empat orang itu.

Baca juga: Satgas COVID-19 sebut secara umum semua jenis virus bisa bermutasi

Baca juga: Menristek: Mutasi virus corona terdeteksi di sejumlah daerah Indonesia

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar