Trump disebut diam-diam salahkan Antifa atas penyerbuan Gedung Kongres

Trump disebut diam-diam salahkan Antifa atas penyerbuan Gedung Kongres

Para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Kongres AS, Capitol, di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2020), dan bentrok dengan polisi selama demonstrasi untuk menghadang pengesahan hasil Pemilihan Presiden AS 2020 oleh Kongres. ANTARA/REUTERS/Shannon Stapleton/tm/aa.

Bengaluru (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump diam-diam menyalahkan "orang-orang Antifa" --kelompok anti Fasis-- atas penyerbuan ke Gedung Capitol, Rabu (6/1) pekan lalu, sekalipun dokumentasi menunjukkan para perusuh merupakan pendukung Trump sendiri, demikian dilaporkan media Axios.

Trump menyatakan tudingan itu pada Senin (11/1) pagi waktu setempat dalam pembicaraan telepon selama 30 menit lebih dengan Kevin McCarthy, pemimpin Partai Republik di Dewan Perwakilan AS, menurut laporan Axios yang mengutip keterangan seorang pejabat Gedung Putih dan seorang sumber lain yang mengetahui percakapan tersebut.

Namun dalam percakapan yang menurut Axios menegangkan dan agresif itu, McCarthy mengatakan kepada Trump bahwa "mereka bukan Antifa, melainkan MAGA (Make America Great Again, slogan Trump --merujuk pada para pendukungnya, red). Saya mengetahuinya. Saya ada di sana."

McCarthy juga dilaporkan telah menyarankan Trump agar menelepon Joe Biden, serta bertemu dengan presiden terpilih itu dan meninggalkan surat sambutan untuk Biden di meja kepresidenan.

Gedung Putih belum bersedia memberikan komentarnya terkait laporan tersebut, begitu pula dengan perwakilan dari McCarthy.

Peristiwa penyerbuan Gedung Kongres AS pada pekan lalu tersebut membuat pengesahan kemenangan Biden dalam pemilu 3 November 2020 oleh Kongres sempat tertunda.

Trump, yang sebelumnya menolak keabsahan hasil pemilu, awalnya memuji para pendukungnya namun kemudian mengutuk kekerasan yang terjadi.

Para anggota parlemen terpaksa harus mengungsi ketika gedung mereka diterobos oleh massa aksi, yang telah terlebih dahulu membuat tim keamanan kewalahan.

Dalam insiden tersebut, lima orang dinyatakan tewas, termasuk satu petugas kepolisian Capitol yang dipukuli ketika ia berupaya menghadang massa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Setelah rusuh Capitol, Pelosi minta Trump mundur

Baca juga: Twitter blokir akun Trump secara permanen

Baca juga: FBI tahan dua perusuh gedung Kongres AS yang fotonya viral


 

Perusuh pro-Trump menyerbu Capitol AS, bentrok dengan polisi

Penerjemah: Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar