Airbnb tidak mau menerima perusuh di Capitol

Airbnb tidak mau menerima perusuh di Capitol

* ARSIP FOTO: patung mainan mini diletakkan di depan logo Airbnb pada ilustrasi yang diambil 19 Maret 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo/AWW/djo (REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta (ANTARA) - Platform layanan sewa hunian Airbnb memberi peringatan keras kepada pengguna mereka yang terlibat kerusuhan di Capitol, Washington D.C, Amerika Serikat pekan lalu, menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Airbnb, dikutip dari The Verge, Rabu, tidak mau menerima pesanan dari pengguna yang terkonfirmasi pelaku kerusuhan.

"Kami mempelajari dari media atau penegak hukum nama-nama yang terkonfirmasi bertanggung jawab atas aksi kekerasan kriminal di Capitol pada 6 Januari. Kami menyelidiki apakah nama-nama tersebut memiliki akun di Airbnb," kata Airbnb.

Jika perusuh memiliki akun, Airbnb menyatakan akan melarang mereka menggunakan platform tersebut.

Airbnb juga memperketat pesanan yang masuk untuk area DC, mereka akan membatalkan pesanan jika pengguna berafiliasi dengan grup ujaran kebencian.

Platform lain juga bersikap tegas mengenai kerusuhan di Capitol pekan lalu, terutama untuk membatasi perjalanan ke DC menjelang inaugurasi.

Platform urun dana GoFundMe menghapus penggalangan dana dari pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk biaya perjalanan ke acara inaugurasi.

GoFundMe juga bertekad menghapus penggalang dana untuk acara yang berkaitan dengan politik.




Baca juga: Trump akui bertanggung jawab sebagian atas kerusuhan Capitol

Baca juga: Parler tuntut Amazon

Baca juga: Twitter blokir akun Trump secara permanen

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jelang pelantikan Biden, AS dalam siaga tinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar