Masyarakat Babel terkonfirmasi COVID-19 capai 3.132 orang

Masyarakat Babel terkonfirmasi COVID-19 capai 3.132 orang

Dokumentasi - Tim medis COVID-19 merawat pasien terpapar virus corona. ANTARA/Aprionis.

Saat ini, penularan virus corona telah terjadi transmisi lokal yang sangat massif, dan hal ini tak bisa dianggap sebagai persoalan sepele apalagi diremehkan
Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah masyarakat Babel yang terkonfirmasi COVID-19 terus bertambah dan sudah mencapai 3.132 orang, karena kesadaran mematuhi protokol kesehatan masih rendah.

“Hari ini ada penambahan 36 kasus baru, sehingga total orang terkonfirmasi virus corona sudah mencapai 3.132 jiwa,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Rabu.

Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 41.575 orang

Ia menjelaskan berdasarkan tabulasi data terbaru, pasien dinyatakan selesai isolasi atau bebas COVID-19 sebanyak 2.411 (bertambah 37), meninggal dunia 53 orang, dalam isolasi 668 orang (bertambah 36 - berkurang 37) dan kumulatif kasus konfirmasi 3.132 (bertambah 36).

Kumulatif kasus konfirmasi 3.132 pasien tersebut tersebar Kota Pangkalpinang 1.201 (bertambah 17), Kabupaten Bangka 896 (bertambah 3), Bangka Tengah 452 (bertambah 3), Bangka Barat 171 (bertambah 6), Bangka Selatan 61 (bertambah 3), Belitung 298 (bertambah 4) dan Belitung Timur 53.

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di NTT mencapai 73 orang

Sementara itu, 37 orang pasien yang selesai menjalani isolasi dan karantina serta dinyatakan bebas dari COVID-19 tersebar di Kota Pangkalpinang 10, Kabupaten Bangka 6, Bangka Tengah 2, Bangka Barat 16, Bangka Selatan 1 dan Belitung 2.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi berbagai anjuran tentang penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya pada penerapan 3M, tetapi juga hal lainnya dalam penanganan COVID-19 termasuk dalam pemulasaran jenazah pasien yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Satgas Tulungagung larang komersialisasi pemakaman jenazah COVID-19

Menurut dia penambahan kasus baru ini, harus menjadi perhatian kita untuk tetap meningkatkan kewaspadaan diri dan tidak lengah khususnya terkait beberapa kasus COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terakhir yang menunjukkan fakta yang tidak bisa dimungkiri yakni selain terpaparnya pelaku perjalanan baik untuk kepentingan dinas maupun umum.

"Saat ini, penularan virus corona telah terjadi transmisi lokal yang sangat massif, dan hal ini tak bisa dianggap sebagai persoalan sepele apalagi diremehkan," katanya.

Ia menambahkan kondisi ini justeru menjadi "warning" bagi semua warga masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak terkecuali bagi Pemerintah kabupaten/kota untuk lebih responsif dan proaktif dalam melakukan pengendalian kasus terutama "screening" atau deteksi dini terhadap penyebaran COVID-19.

"Kita harus secara agresif melakukan contact tracing atau pelacakan dan penelusuran kontak yakni pengidentifikasian dan proses pencarian terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat atau memiliki riwayat kontak dekat dengan orang yang terkonfirmasi COVID-19 dan berpotensi tinggi atau memiliki risiko terpapar," katanya.

Pewarta: Aprionis
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Strap masker berbahaya, Epidemiolog UI sarankan ini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar