Penasihat Prancis: Tak perlu tutup sekolah meski ada varian baru COVID

Penasihat Prancis: Tak perlu tutup sekolah meski ada varian baru COVID

Seorang warga dengan memakai masker berjalan melewati salon rambut dan toko kosmetik yang tutup di sebuah jalan di Paris, Prancis, Kamis (19/11/2020), saat pembatasan diberlakukan untuk kedua kalinya akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19). ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/NZ/djo.

Kami rasa data Inggris mengenai varian (COVID-19) tidak cukup pasti untuk membuat kami merekomendasikan penutupan sekolah di Prancis
Paris (ANTARA) - Penasihat ilmiah terkemuka pada Rabu mengatakan tidak perlu menutup sekolah-sekolah di Prancis, tetapi langkah pembatasan lanjutan harus dilakukan guna memperlambat infeksi COVID-19 lebih lanjut dan khususnya penyebaran varian baru asal Inggris.

"Kami rasa data Inggris mengenai varian (COVID-19) tidak cukup pasti untuk membuat kami merekomendasikan penutupan sekolah di Prancis," kata Delfraissy kepada radio franceinfo.

Menurutnya, varian Inggris menyumbang sekitar 1 persen dari infeksi COVID-19 baru di Prancis.

"Tantangan langsungnya bukan untuk melenyapkan itu, tetapi memperlambat perkembangannya melalui sejumlah aturan pembatasan," lanjutnya.

Presiden Emmanuel Macron sedang menggelar rapat dengan para menteri senior pada Rabu pagi guna membahas antisipasi aturan yang lebih ketat.

Jam malam berskala nasional dapat diberlakukan, yang semula pukul 20.00 menjadi 18.00 waktu setempat, seperti yang telah diterapkan di sejumlah wilayah timur dan tenggara, menurut lansiran media Prancis.

Sumber: Reuters


Baca juga: UGD rumah sakit di Sydney tutup setelah pasien positif COVID

Baca juga: Karantina wilayah akan diberlakukan di Ibu kota Kolombia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkes ungkap strategi pelacakan varian virus baru COVID-19 di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar