Pangkoarmada I apresiasi Kopaska evakuasi nelayan tenggelam

Pangkoarmada I apresiasi Kopaska evakuasi nelayan tenggelam

Panglima Koarmada 1 Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K (kanan) bersama Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan memantau pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengapresiasi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mengevakuasi nelayan tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

"Di sela-sela kegiatan search and rescue (SAR) pesawat Sriwijaya Air, Kopaska turut menyelamatkan dua nelayan asal Tanjung Pasir, Tanggerang," kata Rasyid di KRI Rigel-933, Rabu.

Kopaska mengevakuasi dua nelayan yang perahunya terbalik akibat gelombang tinggi di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Satu korban selamat diketahui bernama Suryanto (30) dan korban meninggal bernama Rodia (50). Keduanya asal Tanjung Pasir, Tanggerang.

"Gelombang di sekitar perairan Kepulauan Seribu pada hari ini memang agak tinggi, bisa 2-3 meter sehingga untuk kapal nelayan berukuran kecil berisiko mengalami masalah," ungkap Rasyid.

Baca juga: Kopaska evakuasi nelayan yang tewas di perairan Kepulauan Seribu
Baca juga: Pasukan elit lanjutkan pencarian CVR Sriwijaya Air
Personel Kopaska Koarmada I saat mengevakuasi nelayan yang meninggal dunia akibat perahunya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Rabu (13/1/2021). (ANTARA/HO/Kopaska)
Sebelumnya, Perwira Staf Operasi Satkopaska Koarmada I Letkol Laut (P) Mukawat menjelaskan empat "sea riders" Kopaska mengantarkan temuan kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) ke JICT II Tanjung Priok pada Selasa (12/1) petang.

Kemudian di Rabu pagi, mereka kembali ke sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang untuk melanjutkan operasi pencarian korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Saat mereka melintas di antara Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa, mereka mendengarkan teriakan minta tolong dari kapal nelayan. "Saat itu cuaca buruk dengan gelombang besar dan angin kencang," kata Mukawat.

Di kapal itu, mereka menemukan dua nelayan, salah satunya telah meninggal dunia.

Para personel pun melaporkan kepada pimpinan untuk mengevakuasi jenazah sebelum melanjutkan operasi penyelaman pesawat Sriwijaya Air.

"Jenazah lalu dibawa ke pesisir terdekat, yakni Tanjung Pasir, Tanggerang, menggunakan Sea Rider-19," ujar Mukawat.

Tiba di Tanjung Pasir, jenazah diserahkan kepada Komandan Pos AL untuk dilakukan penangan lebih lanjut.

Pewarta: Fauzi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Melihat operasi SAR Kopaska dalam mengevakuasi Sriwijaya Air SJ-182

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar