Rasio kesembuhan COVID-19 Sumsel meningkat jelang vaksinasi

Rasio kesembuhan COVID-19 Sumsel meningkat jelang vaksinasi

Arsip - Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Selasa (12/1) (ANTARA/Aziz Munajar/21)

Palembang (ANTARA) - Rasio kesembuhan kasus positif COVID-19 di Sumatera Selatan mulai meningkat kembali, yakni pada kisaran 82 persen dan mendekati rata-rata kesembuhan nasional jelang dilaksanakannya penyuntikan Vaksin Sinovac perdana pada 14 Januari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Rabu, mengatakan penambahan kasus positif COVID-19 selama dua hari terakhir mengalami penurunan setelah lonjakan kasus selama masa libur akhir tahun sehingga rasio kesembuhan meningkat.

"Namun, kondisi ini masih fluktuatif, harapan kita tetap pada penerapan protokol kesehatan dari masyarakat untuk menekan kasus," ujarnya.

Total angka kesembuhan di Sumsel tercatat mencapai 10.370 orang atau 82,08 persen dari 12.644 total kasus positif per 13 Januari 2021, rasionya naik satu persen dari rata-rata 10 hari pertama pada Januari 2021 yang mencapai 81 persen akibat lonjakan kasus baru.

Baca juga: Dinkes Sumsel hanya distribusikan vaksin ke dua daerah

Baca juga: Sumatera Selatan ketatkan pengawasan pintu masuk pendatang


Sementara 30.000 dosis vaksin tahap awal, menurutnya, belum dapat membentuk kekebalan lingkungan yang melindungi masyarakat secara optimal karena rasio vaksinasi masih terlalu kecil dan terbatas pada kalangan tertentu, sehingga potensi penambahan tetap ada jika masyarakat lengah menerapkan 3M.

Apalagi beberapa daerah tercatat masih sedikit melakukan deteksi dini lewat uji PCR seperti Kabupaten OKU, OKU Selatan, Musi Rawas, Empat Lawang dan OKI.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat di 17 kabupaten/kota tetap menjaga diri selama beraktivitas meski vaksin telah didistribusikan karena daerah penerima vaksin asal China itu juga baru hanya di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Selain itu per 3 Januari terdapat 80 persen kabupaten/kota di Sumsel masih berada di zona oranye atau wilayah risiko penyebaran COVID-19 kategori sedang sehingga pergerakan masyarakat cukup berisiko jika terlalu bebas.

"Pemerintah terus mengupayakan angka kesembuhan meningkat, tapi hendaknya juga didukung kesadaran masyarakat agar kasus baru terus berkurang," kata dia.*

Baca juga: Gubernur Sumsel: Tidak ada alasan menolak vaksin

Baca juga: Polda Sumsel turunkan Brimob kawal distribusi vaksin COVID-19

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pakar Epidemiologi ingatkan masyarakat tetap jalankan 3M, meski vaksin tersedia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar