Tim Kemensos dampingi keluarga korban pesawat Sriwijaya hingga tuntas

Tim Kemensos dampingi keluarga korban pesawat Sriwijaya hingga tuntas

Tim Layanan Dukungan Psikososial Kemensos mendampingi keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 saat pemakaman salah seorang korban yang berhasil diidentifikasi di Jakarta, Kamis (14/1/2021) (ANTARA/HO-Ditjen Linjamsos)

Jakarta (ANTARA) - Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial memberikan pendampingan keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hingga tuntas, termasuk penguatan agar mereka bisa kembali menata hidup.

"Pendampingan ini melanjutkan pelayanan yang sudah berlangsung sejak identifikasi keluarga korban di daerah asal, pemberangkatan ke Jakarta, ketibaan di pusat krisis di Bandara Soetta, sampai ke akomodasi yang disediakan pihak operator," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Sunarti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kemensos menurunkan 15 orang dalam tim pendamping dari Korps Pelopor Perdamaian untuk melakukan pendampingan tersebut.

"Anggota yang sudah terlatih dan berpengalaman terus mendampingi para keluarga korban selama proses pencarian, pengenalan jasad sampai pengebumian, dan nantinya pengurusan asuransi dan santunan, serta penguatan untuk melanjutkan hidup dan kehidupannya," kata Koordinator LDP Pelopor Perdamaian Kemensos Dr. Puji Pujiono, MSW.

Dia menjelaskan pendampingan berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu pengenalan dan pelibatan, di mana anggota melakukan kontak dan kesepakatan hubungan pendampingan dengan pihak keluarga.

Dalam kaitan dengan hal itu, kata dia, juga dipertimbangkan pemberian pertolongan pertama psikososial dan penatakelolaan kegundahan serta kecemasan akibat kecelakaan itu.

Pengkajian kebutuhan, katanya, anggota bersama keluarga meninjau situasi mereka selama proses pascakecelakaan, termasuk tantangan sosial anggota keluarga yang ditinggalkan di kampung halamannya, serta mengidentifikasi tugas-tugas praktis yang perlu dilaksanakan oleh keluarga, mengingat proses ini kompleks dan penuh tekanan.

Baca juga: KNKT-Sriwijaya Air temui keluarga korban SJ-182

Perencanaan, kata dia, anggota dan keluarga membangun kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan, kapan, bagaimana dan di mana supaya keluarga dapat menunaikan proses-proses yang dibutuhkan

Pendampingan, dimana anggota Pelopor Perdamaian melaksanakan rencana yang sudah dibuat bersama keluarga korban sampai dengan pengurusan klaim asuransi serta santunan dengan memanfaatkan hubungan pertolongan itu sendiri, pengerahan dukungan dari dinas-dinas sosial dan korps Pelopor Perdamaian di daerah asal maupun unsur-unsur pelayanan lain dari Kemensos.

Penilaian, katanya, keluarga korban dan anggota bersama-sama meninjau proses dan hasil kerja sama mereka dalam hubungan pendampingan dan pertolongan, serta mengidentifikasi tugas-tugas baru yang harus dilakukan setelah pengebumian korban

Pengakhiran, di mana anggota dan keluarga sepakat untuk bertransisi menuju pemulihan dengan menentukan tugas-tugas lanjutan, menemukan pembelajaran dari musibah ini untuk secara positif menjadi pijakan pemulihan. Dalam kaitan ini, memastikan bahwa jaringan pelayanan Kemensos tetap mendukung selama diperlukan.

Ia mencontohkan Pelopor Perdamaian hari ini mendampingi keluarga salah satu korban Sriwijaya Air yang telah berhasil diidentifikasi ke RS Polri Kramatjati.

Setelah jenazah diserahterimakan kepada keluarga korban, kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju pemakaman di Tanah Kusir Jakarta Selatan diiringi oleh keluarga.

Dalam proses ini, anggota Pelopor Perdamaian turut mengiringi menuju ke pusara. Pelopor Perdamaian mendampingi keluarga hingga jasad korban dikebumikan.

Baca juga: Jenazah pramugara Sriwijaya Okky Bisma diserahkan kepada keluarga
Baca juga: Jasa Raharja tetap beri santunan, walau korban SJ 182 tidak ditemukan
Baca juga: Kemensos beri layanan psikososial bagi keluarga korban Sriwijaya Air

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penghargaan bagi dua tokoh masyarakat Papua dari Mensos

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar