BPBD Sulbar ingatkan warga tidak mengungsi di gunung rawan longsor

BPBD Sulbar ingatkan warga tidak mengungsi di gunung rawan longsor

Sejumlah alat berat dikerahkan dalam membantu proses evakuasi korban gempa bumi dengan kekuatan 6,2 Skala Richter di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). ANTARA/Amirullah/am.

Selain gempa, cuaca sekarang juga adalah musim penghujan. Jangan mengungsi ke gunung yang rawan longsor.
Makassar (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat Darno Majid mengingatkan kepada warga yang baru akan mengungsi agar tidak pergi ke gunung yang rawan terjadi longsor.

"Selain gempa, cuaca sekarang juga adalah musim penghujan. Jangan mengungsi ke gunung yang rawan longsor, carilah tempat yang betul-betul aman," ujar Darno Majid melalui keterangan resminya, Jumat.

Ia mengatakan hasil rapat bersama dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Barat memutuskan agar pusat pengungsian di tempatkan di Manakarra, Mamuju.

Baca juga: BNPB: 34 orang meninggal akibat gempa Sulbar

Begitu juga dengan di Kabupaten Majene, pusat pengungsian dipusatkan di stadion setempat karena sebelum terjadinya gempa bumi beberapa tempat di pegunungan itu terjadi longsor.

"Hasil rapat bersama unsur Forkopimda Sulbar diputuskan untuk menjadikan stadion sebagai pusat pengungsian sementara. Di sana relatif lebih aman dari kemungkinan adanya gempa susulan," katanya.

Darno mengatakan, pihaknya saat ini fokus dalam pendataan warga, bangunan yang rusak termasuk dalam proses evakuasi korban.

Baca juga: Polda Sulteng kirim lagi 52 personel Sabhara bantu korban gempa Majene

Selain itu, data korban meninggal dunia hingga saat ini sebanyak 27 orang terdiri dari 18 orang di Kota Mamuju dan 9 orang di Majene. Sementara korban yang mengalami luka-luka, masih belum terdata karena tim dari BPBD masih terus melakukan pendataan yang jumlahnya sudah ratusan orang.

Sebelumnya, gempa magnitudo 6,2 terjadi di wilayah Sulawesi Barat pada pukul 02.28 Wita, dan telah merobohkan banyak bangunan.

Gempa di Mamuju berpusat enam kilometer timur laut Kabupaten Majene 2.98 LS-118.94 BT pada kedalaman 10 kilometer, juga merusak gedung rumah sakit Mamuju.

Dilaporkan dari Mamuju, sejumlah bangunan seperti Maleo Town Square, toko, minimarket dan Rumah Sakit Mitra Manakarra ambruk akibat diguncang gempa. Termasuk, gedung fasilitas pemerintah, yakni bagian depan Kantor Gubernur Sulbar.

Dua orang petugas keamanan dilaporkan tertimbun reruntuhan bagian depan kantor Gubernur Sulbar tersebut.

Baca juga: Pengungsi gempa Sulbar dipusatkan di stadion
 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

53 ton bantuan kemanusiaan dari warga Babel bagi korban gempa Sulbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar