KRI Soeharso-990 dan pasukan dikerahkan bantu korban Gempa Mamuju

KRI Soeharso-990 dan pasukan dikerahkan bantu korban Gempa Mamuju

Pasukan TNI AL mengangkut sepeda motor jenis Trail ke dalam geladak Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 untuk dibawa dalam operasi kemanusiaan membantu korban gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). (ANTARA/ HO-Dispenal)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengerahkan Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 dan sejumlah pasukan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan membantu korban gempa bumi yang terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat.

“Selain kapal rumah sakit, juga akan disiapkan Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 dan 2 Marinir untuk menggelar bantuan kesehatan. Sementara Batalyon Zeni (Yonzeni) 1 Marinir akan membantu pembersihan daerah terdampak ataupun pasca gempa untuk rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Yudo dalam pernyataan yang diterima di Jakarta.

Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar juga bergerak cepat mengirimkan ratusan ton bantuan logistik berupa beras, mie instan, air mineral, biskuit karton, sarden, telur, biskuit kabin, ransum, gula pasir, handuk, alat mandi, tempat tidur portabel (velbed), tenda lapangan, genset, sepeda motor trail, bensin, tempat makan, alat kesehatan dan obat-obatan serta alat komunikasi.

Baca juga: Pesawat TNI AU angkut bantuan logistik ke Mamuju

Baca juga: BNPB: 34 orang meninggal akibat gempa Sulbar

Baca juga: Warga korban gempa di Mamuju mulai kesulitan air bersih dan BBM


Bantuan tersebut diterima dari Gubernur Sulawesi Selatan, Kementerian Sosial, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Bank Mandiri dan Organisasi Masyarakat serta unsur masyarakat lain di Sulsel.

Rencananya, distribusi akan langsung dilakukan ke daerah gempa dengan menggunakan KRI Teluk Ende-517 menuju Mamuju, Sulawesi Barat dari Dermaga Fasharkan, Makassar, Jum'at (15/01).

Sementara itu, Lantamal VI Makassar juga mengirim 97 personel yang terdiri dari 60 personel Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) dan 37 personel dari Lantamal VI untuk mendukung kegiatan pencarian dan penyelamatan (SAR) dan kegiatan kesehatan untuk membantu korban bencana yang terdampak gempa di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya.

Sebelumnya, telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Jumat dihihari (15/1) pukul 01.28 WIB.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa ada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: PMI taati protokol kesehatan bantu korban gempa Sulawesi Barat

Baca juga: Gempa Sulbar, ASDP tutup sementara Pelabuhan Mamuju

Baca juga: Pengungsi gempa Sulbar dipusatkan di stadion


 

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bantuan rendang masyarakat Minang untuk korban gempa Mamuju

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar