Survei MarkPlus: Masyarakat puas layanan Bareskrim

Survei MarkPlus: Masyarakat puas layanan Bareskrim

Founder and Chairman MarkPlus Hermawan Kartajaya. (ANTARA/HO-MarkPlus)

Kemudahan prosedur pelayanan dan kesesuaian waktu pelayanan juga dinilai baik dengan masing-masing skor 4,72 dan 4,59
Jakarta (ANTARA) - Deputy Chairman MarkPlus Taufik mengatakan berdasarkan survei, masyarakat menilai positif terhadap pelayanan penegakan hukum dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Survei yang diselenggarakan oleh MarkPlus ini dilakukan pada periode 19 November 2020 hingga 3 Desember 2020 dengan 351 responden yang memang menggunakan layanan Bareskrim sepanjang 2018 hingga 2020. Taufik mengatakan pada aspek layanan, penilaian pelayanan secara umum mendapat nilai 4,80 yang berarti baik.

"Kemudahan prosedur pelayanan dan kesesuaian waktu pelayanan juga dinilai baik dengan masing-masing skor 4,72 dan 4,59," ujar Taufik dalam konferensi pers hasil survei secara virtual, Jakarta, Jumat.

Hasil survei juga menunjukkan sikap dan perilaku SDM di Bareskrim dinilai paling baik diantara aspek lainnya dengan skor 5,12. Kemudian diikuti oleh kompetensi SDM dalam pelayanan sebesar 4,96 dan sarana prasarana pendukung layanan 4,88.

Di sisi lain, hasil survei persepsi publik terhadap kinerja, budaya dan komunikasi terkait penindakan kriminal pada 1.502 responden umum secara daring berada pada angka 3,75 dari skala satu sampai enam.

Baca juga: Bareskrim Polri dalami kasus penipuan berkedok investasi Jouska

Baca juga: Bareskrim jadwalkan pemeriksaan Rizieq dan Hanif Alatas usai Jumatan


Sementara Founder and Chairman MarkPlus Hermawan Kartajaya menambahkan persepsi publik secara umum terhadap penindakan kriminalitas oleh Bareskrim mendapat skor lebih rendah jika dibandingkan dengan kepuasan pelayanan yang telah dirasakan oleh pengguna layanan Bareskrim.

Hal ini, kata dia, menunjukan adanya perbedaan antara apa yang dirasakan masyarakat yang mendapatkan pelayanan dengan yang dipersepsikan secara umum.

"Gap antara persepsi publik secara umum dengan yang dirasakan pengguna layanan seharusnya seimbang atau lebih tinggi. Karena jika persepsi publik lebih rendah artinya Bareskrim perlu meningkatkan publikasi terkait kinerja dan inovasi yang sudah dilakukan," tutur Hermawan Kartajaya.

Hermawan mengatakan komunikasi untuk membangun persepsi publik terkait penindakan kriminalitas perlu ditingkatkan lagi oleh Bareskrim mengingat persepsi publik khususnya di era digital sangat berpengaruh terhadap citra suatu instansi.

Publik yang belum merasakan pelayanan dari Bareskrim tentunya akan memiliki persepsi yang berbeda dibandingkan dengan yang sudah mendapatkan pelayanan sehingga hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi kinerja Bareskrim ke depannya.

Baca juga: Rizieq Shihab dipindahkan ke Rutan Bareskrim

Baca juga: Bareskrim segera gelar perkara korupsi Asabri

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menjaga bisnis di tengah pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar