Pangkalan militer AS di Korsel minta penghuninya tinggal di rumah

Pangkalan militer AS di Korsel minta penghuninya tinggal di rumah

Seorang staf nonmiliter berjalan di depan gedung pusat tiga komando di kompleks Pangkalan Militer Amerika Serikat "Camp Humphreys" di Pyeongtaek, Korea Selatan, Kamis (29/11/2018). (ANTARA/Azizah Fitriyanti)

Seoul (ANTARA) - Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) memerintahkan dua pangkalan terbesarnya, Garnisun Angkatan Darat AS Yongsan dan Kamp Humphreys, agar meminta para penghuninya tinggal di rumah mulai Sabtu hingga Selasa (19/1), karena kemunculan klaster infeksi virus corona.

Kamp Humphreys di Pyeongtaek, di selatan Seoul, adalah pangkalan militer terbesar AS di luar negeri. Pangkalan itu menampung markas USFK, juga ribuan anggota pasukan dan pekerja sipil beserta anggota keluarga mereka. 

Belum jelas berapa banyak kasus yang telah dilaporkan di kedua pangkalan tersebut, tetapi USFK mengatakan enam orang dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (15/1). Pangkalan tersebut selama ini relatif berhasil menekan infeksi menjadi sedikit kasus.

Klaster baru dilaporkan saat vaksin COVID-19 sedang diberikan pada pasukan AS di negara tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 580 kasus baru COVID-19 pada Jumat tengah malam (15/1), sehingga total infeksi menjadi 71.820 kasus, dengan 1.236 kematian.

Lebih dari 60 persen kasus yang ditularkan di dalam negeri berasal dari Seoul dan daerah sekitarnya, tempat sekitar setengah dari 52 juta orang tinggal.

Korea Selatan akan memperpanjang pedoman pembatasan sosial saat ini di ibu kota berpenduduk padat dan daerah-daerah sekitarnya selama dua minggu lagi karena pedoman itu telah secara signifikan mengurangi infeksi, kata Menteri Kesehatan Kwon Deok-cheol pada Sabtu.

"Meski telah menghentikan penyebaran gelombang ketiga pandemi dan mengubahnya menjadi kecenderungan menurun, kita belum berada di posisi di mana kita bisa lengah," tutur Kwon.

Sambil melanjutkan langkah pembatasan, yang mencakup larangan pertemuan pribadi lebih dari empat orang dan menutup sebagian besar perusahaan dan toko pada pukul 21.00, beberapa tempat yang terpaksa ditutup, seperti kafe, pusat kebugaran, dan bar karaoke akan kembali beroperasi jika mereka menerapkan tindakan pencegahan yang ketat, kata Kwon.

Otoritas kesehatan juga mendesak warga Korea untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Imlek pada awal Februari, ketika banyak orang secara tradisional melakukan perjalanan untuk berkumpul kembali dengan keluarga.

Korea Selatan, yang telah menghentikan penguncian total atau perintah tinggal di rumah, telah mengalami gelombang infeksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir, dengan rekor 1.241 kasus dalam satu hari selama liburan Natal.


Sumber: Reuters

Baca juga: Korea Selatan wajibkan tes corona bagi tentara AS

Baca juga: Korsel dan AS tunda latihan militer gabungan karena COVID-19

 

Menyaksikan uji terbang taksi 'drone' di Seoul

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar