Artikel

Hapus keraguan dan isu miring tentang vaksinasi

Oleh Dian Hadiyatna

Hapus keraguan dan isu miring tentang vaksinasi

Vaksinator memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac sebelum disuntikkan, Jumat (15/1/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna.

Jangan khawatir dan ragu untuk disuntikkan vaksin COVID-19
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah telah mengambil kebijakan menggunakan vaksin COVID-19, produk perusahaan Sinovac, China pada vaksinasi tahap pertama guna memutus mata rantai penularan virus corona jenis baru itu di Indonesia.

Hingga saat ini, sudah hampir satu tahun pandemi virus itu terjadi di Tanah Air.

Awal Januari 2021, meski masih dalam perdebatan karena izin Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum keluar, pemerintah pusat telah mendistribusikan vaksin COVID-19 tersebut ke daerah-daerah, termasuk Lampung.

Provinsi Lampung menerima secara keseluruhan 40.520 dosis vaksin yang rencananya disebarkan ke 15 kabupaten/kota di wilayah itu, setelah izin dari BPOM keluar dan dinyatakan halal oleh MUI.

Namun, setelah izin dari BPOM dinyatakan halal oleh MUI, sesuai perintah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk tahap awal vaksinasi ini hanya tiga kabupaten/kota di Lampung yang mendapatkan distribusi vaksin tersebut yakni Kota Bandarlampung, Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan.

Diketahui bahwa vaksinasi tahap pertama ini diperuntukkan tenaga pelayanan, terutama tenaga kesehatan, kemudian TNI/Polri.

Menanggapi permasalahan vaksin COVID-19 tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat kunjungan ke Lampung, mengatakan bahwa program vaksinasi merupakan bentuk kecintaan pemerintah kepada rakyat.

Vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar dari pemerintah guna memutus mata rantai penularan COVID-19 di Indonesia. 

Vaksinasi, dikatakan dia, memang bukan pengobatan, akan tetapi cara yang ditempuh negara dalam melindungi warganya.

Baca juga: Riau siapkan 790 vaksinator untuk sukseskan vaksinasi COVID-19

Sudah tidak ada yang perlu didebatkan lagi terkait dengan vaksin tersebut karena BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat, sedangkan fatwa halal terhadap vaksin COVID-19 Sinovac juga sudah dikeluarkan MUI.

Oleh karena itu, dia berharap, umat tidak perlu ragu dan takut untuk mengikuti program vaksinasi guna mengakhiri penularan virus.

Seperti yang dilihat bahwa Presiden Joko Widodo telah melakukan vaksinasi pertama dengan vaksin COVID-19 yang sama dengan yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat.

Dengan begitu, Menag Gus Yaqut pun berharap, semua elemen masyarakat dapat mendukung suksesnya program vaksinasi.

Hal itu, merupakan bentuk cinta dan kasih sayang pemerintah kepada masyarakat, termasuk di Lampung.

Kota Bandarlampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung memiliki penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, di mana hingga saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 telah mencapai 3.925 orang dengan rincian angka kematian 231 orang dan pasien yang dinyatakan sembuh 2.371 orang.

Akibat dari masifnya penularan COVID-19 tersebut, Kota Bandarlampung telah menjadi zona merah sebaran virus corona itu.

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. sangat antusias dengan kedatangan vaksin COVID-19.

Ia juga berharap, pandemi ini cepat berakhir sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas secara normal.

Baca juga: Epidemiolog ingatkan orang sudah divaksin tetap harus jaga 3 M

Masyarakat, khususnya di Bandarlampung, diminta untuk tidak ragu dan takut divaksin sebab sudah dinyatakan aman dan halal oleh instansi terkait.

Program vaksinasi ini merupakan upaya pemerintah agar warganya tetap sehat dan memiliki kekebalan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah terkena virus.

Apalagi, para pejabat di negeri ini, baik tingkat pemerintah pusat hingga daerah, telah melakukan vaksinasi.

Sosialisasi

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung dr Aditya M. Biomed mengingatkan pemerintah untuk melakukan sosialisasi vaksinasi COVID-19 secara masif agar masyarakat tidak ragu divaksin.

Maraknya isu dan perkembangan informasi tidak baik terkait dengan vaksin COVID-19 dari China ini membuat sebagian masyarakat enggan untuk divaksin.

Sejak sekarang, pemerintah harus memasang strategi dan sosialisasi yang masif terkait dengan vaksinasi COVID-19, sebab masih ada sebagian warga yang ragu dan mengutamakan ego dengan tidak ingin divaksin.

Padahal, keamanan vaksin COVID-19 Sinovac tersebut telah dijamin oleh BPOM dan kehalalannya oleh MUI.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung Wiyadi meminta masyarakat jangan sampai mudah termakan hoaks terkait dengan vaksinasi COVID-19 Sinovac.

Menurut orang yang menerima vaksinasi pertama di Bandarlampung itu, apa yang digembar-gemborkan atau kabar miring di luar soal vaksin COVID-19, tidak terbukti.

Baca juga: Sekitar 475 nakes di Yogyakarta sudah divaksin COVID-19

Pasalnya, setelah menerima suntikan vaksin, tidak terjadi gejala apa-apa pada dirinya.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat, khususnya di Kota Bandarlampung, harus ikut dan mendukung program vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah.

"Jangan khawatir dan ragu untuk disuntikkan vaksin COVID-19," ucap dia.

Melalui vaksinasi tersebut, diharapkan ke depan, pandemi COVID-19 ini berakhir dan kehidupan serta aktivitas masyarakat juga kembali normal seperti semula.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan bahwa vaksinasi tahap awal yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan ditargetkan selesai pada April 2021.

Kota Bandarlampung pada tahap awal ini mendapatkan jatah vaksin 9.624 dosis yang diperuntukkan 31 puskesmas, 10 rumah sakit, dan dua klinik pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini ikhtiar dari pemerintah untuk memberikan kekebalan tubuh kepada masyarakat serta menanggulangi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Vaksinasi tahap awal ini dengan prioritas tenaga kesehatan, kemudian petugas pelayanan publik, sedangkan untuk masyarakat masih menunggu perintah dari pemerintah pusat.

Program vaksinasi ini tetap akan menyentuh masyarakat dan dilakukan secara terus-menerus, hingga mata rantai penularan COVID-19 terputus.

Meskipun masyarakat telah divaksin, bukan berarti protokol kesehatan diabaikan. Warga harus tetap taat menerapkan protokol itu, guna mengakhiri pandemi.

Baca juga: Jokowi : Vaksinasi adalah "game changer", kunci yang menentukan
Baca juga: Ketua DPRD Kota Bekasi: Vaksinasi kunci tangani COVID-19 di Indonesia
Baca juga: Penerima vaksin diingatkan belum imun 100 persen COVID-19

 

Oleh Dian Hadiyatna
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Usai dilantik, Gibran kebut vaksinasi dan pemulihan ekonomi Solo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar