Petugas gabungan hentikan pencarian korban ponpes Al Madaroh roboh

Petugas gabungan hentikan pencarian korban ponpes Al Madaroh roboh

Petugas gabungan BPBD Cianjur, Jawa Barat, memastikan tidak ada lagi korban yang tertimpa bangunan Ponpes Al Madaroh di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas yang roboh Minggu (17/1). ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Petugas gabungan BPBD Cianjur, Jawa Barat, menghentikan pencarian korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Madaroh di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, yang menyebabkan 11 orang santri mengalami luka-luka tertimpa bangunan.

"Informasi masih ada satu orang yang belum ditemukan, namun hingga batas waktu pencarian pukul 24.00 WIB, petugas tidak menemukan tanda-tanda masih ada korban di dalam bangunan yang roboh diduga karena kelebihan beban akibat pondasi yang kurang kokoh," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan di lokasi Minggu dinihari.

Ia menjelaskan, tercatat seluruh santri yang sudah masuk ke ponpes per hari Sabtu, sebanyak 65 orang, sebelas orang diantaranya mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan yang roboh dan sempat mendapat pertolongan medis di RSUD Cimacan.

Baca juga: Ponpes di Cipanas-Cianjur roboh, belasan santri tertimpa bangunan

Tujuh orang diantaranya sudah kembali ke ponpes dan empat orang santri lainnya masih menjalani perawatan. Sedangkan 54 orang santri lainnya sudah dievakuasi ke sejumlah tempat di lingkungan ponpes, sehingga pihaknya akan memastikan apakah seluruh santri selamat atau masih ada yang tertimbun.

"Informasinya masih ada yang tertimbun, namun apakah itu santri atau keluarga santri yang menginap, masih simpang siur. Untuk data sementara seluruh santri yang sudah melapor dan datang hari ini ke ponpes sebanyak 65 orang," katanya.

Petugas gabungan, tambah dia, akan melanjutkan pencarian hari Minggu ini, guna memastikan ada atau tidaknya korban di bawah reruntuhan bangunan ponpes tersebut. Karena hingga pencarian dihentikan pukul 24.00 WIB, petugas tidak menemukan tanda-tanda masih adanya korban di dalam reruntuhan.

"Karena malam semakin larut dan petugas untuk masuk ke dalam reruntuhan sangat rawan, ditambah penerangan yang minim, Pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan pagi pukul 8.00 WIB. Harapan kami sudah tidak ada korban di dalam reruntuhan," katanya.

Baca juga: Ponpes di Cianjur terbakar, dua orang meninggal tersengat listrik
Baca juga: Puluhan santri dari klaster ponpes Cianjur sembuh dari COVID-19

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar