Bamsoet: Pemerintah dan masyarakat harus bersama atasi bencana

Bamsoet: Pemerintah dan masyarakat harus bersama atasi bencana

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mengajak pemerintah bersama masyarakat bahu-membahu untuk membantu para korban bencana, serta mengatasi sejumlah bencana alam yang terjadi belakangan ini.

"Tahun 2021 baru memasuki pertengahan bulan Januari, namun sudah banyak terjadi bencana alam di Indonesia. Untuk itu, saya mengimbau agar kita semua tetap waspada," kata Bamsoet, dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Minggu.

Bamsoet menyampaikan rasa prihatin dan bela sungkawa yang mendalam atas sejumlah musibah bencana alam di Tanah Air yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerugian materiil.

Baca juga: Ketua MPR bersedia divaksin bentuk dukung pemerintah atasi COVID-19

Baca juga: MPR terima ucapan duka musibah Sriwijaya dari Ketua Parlemen Turki

Baca juga: Ketua MPR sampaikan duka cita mendalam jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182


Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat ada 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode 1-16 Januari 2021 yang sudah merenggut setidaknya 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka.

Ketua DPR RI ke-20 itu menuturkan bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan gelombang pasang 2 kejadian yang membuat sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi.

"Belum lagi dua bencana besar berupa banjir di Kalimantan Selatan yang mengakibatkan setidaknya 5 orang meninggal dan 112 ribu orang mengungsi. Serta, gempa berkekuatan 6,2 M mengguncang Sulawesi Barat yang menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka," kata Bamsoet.

Karena itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI tersebut meminta Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan BNPB untuk melaksanakan proses evakuasi yang aman bagi warga yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Serta, menyiapkan tempat penampungan bagi warga, bantuan-bantuan yang dibutuhkan para korban bencana, seperti tenda, selimut, obat-obatan, serta dapur umum dan MCK.

"Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan harus segera membangun posko kesehatan serta menyediakan tenaga medis yang mumpuni dalam menangani korban, baik korban banjir maupun korban gempa sehingga warga yang sakit maupun yang terluka dapat segera tertangani dengan baik," tegas Bamsoet.

Tak hanya itu, lanjut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, Kemensos juga harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi tanggap darurat terkait penanganan gempa maupun banjir, sekaligus memperkuat upaya pencegahan penanggulangan bencana di setiap daerah terutama di daerah yang berkategori risiko tinggi.

Dengan upaya tersebut, kata dia, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisasi guna melindungi masyarakat, termasuk meminimalisasi kerugian, serta kerusakan jika suatu hari bencana terjadi.

"Saya juga mendesak BNPB, BPBD dan Tagana untuk dapat mengoptimalkan jumlah petugas dan relawan yang disebar ke daerah-daerah terdampak banjir maupun gempa, agar pelaksanaan penyelamatan serta pemberian bantuan kepada korban dapat dilaksanakan secara paripurna," pungkas Bamsoet.

Baca juga: Bamsoet: Jangan mudah percaya spekulasi soal insiden Sriwijaya Air

Baca juga: Ketua MPR minta pemerintah siapkan tenaga kerja antisipasi perubahan

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Pemerintah harus yakinkan masyarakat soal vaksin

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wakil Ketua MPR yakini pendekatan persuasif efektifkan sosialiasi vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar