Banjir Kalbar-Kalsel, Kementerian ESDM: Listrik terus dinormalkan

Banjir Kalbar-Kalsel, Kementerian ESDM: Listrik terus dinormalkan

Kondisi instalasi kelistrikan terendam banjir di wilayah Kalbar-Kalsel. ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Kementerian ESDM

ketika banjir mulai surut, penormalan kembali segera dilakukan secara bertahap
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus berusaha menormalkan pasokan listrik pascabanjir, yang melanda beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

"PLN melaporkan di Kalbar sampai siang ini pukul 14.00 WIB sebanyak 23 dari 29 gardu terdampak banjir sudah kembali beroperasi dan 2.014 dari 5.447 pelanggan terdampak sudah kembali menikmati listrik," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu

Begitu pula di Kalsel hingga pukul 17.00 WITA, lanjutnya, sebanyak 867 gardu sudah dipulihkan dan masih ada 671 gardu terdampak sedang diupayakan pemulihannya.

"Ada 43.553 pelanggan (di Kalsel) sudah menikmati listrik yang sempat terputus," tambah Agung.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat (UIW Kalbar) Ari Dartomo menyampaikan pihaknya melakukan pengamanan dengan melakukan pemadaman akibat curah hujan tinggi di wilayahnya.

"Kami terpaksa lakukan pengamanan dengan melakukan pemadaman secara bertahap sejak Kamis (14/1/2021) lalu. Namun, ketika banjir mulai surut, penormalan kembali segera dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Ari menambahkan pihaknya terus berusaha melakukan penormalan pasokan listrik di beberapa kawasan yang kondisi airnya mulai surut.

Penormalan pasokan listrik dilakukan secara bertahap sambil melihat kondisi banjir, serta memastikan instalasi listrik benar-benar aman untuk dapat dialiri listrik kembali.

GM PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) Sudirman menyampaikan sebagai upaya pengamanan terhadap keselamatan masyarakat terdampak banjir, PLN terpaksa harus memutus aliran listrik sementara sampai debit air menurun.

"Sebanyak 43.553 pelanggan sudah kembali menikmati listrik dan 60.694 pelanggan masih terdampak," lanjutnya.

Sudirman mengharapkan jumlah pemulihan dapat terus meningkat seiring surutnya banjir, sehingga seluruh pelanggan dapat segera menikmati listrik kembali.

Baca juga: Dorong investasi, PLN siapkan interkoneksi listrik Kalbar-Kalteng
Baca juga: Ubah jalur distribusi, Pertamina pastikan BBM dan LPG di Kalsel aman
Baca juga: PLN Kalbar resmikan kemandirian energi di perbatasan RI-Malaysia

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementerian BUMN sebut ada 133 juta pekerjaan baru pada 2022 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar