Dinkes Sulbar pastikan vaksin COVID-19 di gudang farmasi aman

Dinkes Sulbar pastikan vaksin COVID-19 di gudang farmasi aman

Seorang dokter di RSKD Dadi menunjukkan wadah vaksin COVID-19 setelah dilakukan vaksinasi di RSKD Dadi Makassar pada 14 Januari 2021 lalu. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Vaksin untuk Kota Majene dan gudang farmasi aman
Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sulawesi Barat memastikan vaksin COVID-19 yang disimpan di gudang farmasi milik Pemerintah Provinsi Sulbar dalam kondisi aman.

"Vaksin untuk Kota Majene dan gudang farmasi aman," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat dr Alief Satria melalui sambungan telefon dari Makassar, Senin.

Menurut dr Alief, meski vaksin Majene cukup aman, pihaknya juga masih belum bisa melaksanakan vaksinasi hingga kondisi Sulawesi Barat kembali normal usai diguncang gempa 6,2 SR pada Jumat, 15 Januari 2021.

Baca juga: 3.008 tenaga kesehatan Polewali Mandar siap divaksin COVID-19

"Majene vaksinnya aman tetapi juga belum bisa berjalan sehingga kita mundur mungkin hingga satu minggu ini. Tetapi itu tidak ada masalah, kita akan terus laporkan ke kementerian," urai dr Alief.

Dinkes Sulbar mendapat jatah vaksin COVID-19 sebanyak 10.960 unit dan baru terdistribusi di dua kabupaten yakni Kota Majene dan Kabupaten Mamuju.

Hanya saja, lanjut dr Alief, tidak demikian dengan kondisi vaksin yang telah didistribusi ke Kabupaten Mamuju. Oleh karena itu, Dinkes Sulsel telah melaporkan hal tersebut ke pihak Kementerian Kesehatan.

Baca juga: 500 tenaga medis Sulbar dilatih memberikan vaksin

Sementara pihak Kementerian Kesehatan, juga telah menyatakan akan memback up kembali pengadaan vaksin COVID-19 untuk Kabupaten Mamuju, sebab gempa bumi yang terjadi di Sulbar tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

"Untuk Mamuju kita perlu liat lagi, tapi kita sudah laporkan ke pusat bahwa potensi vaksin untuk Mamuju bisa bermasalah. Sembari menunggu vaksinator kembali bertugas," ujarnya.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Sulbar dimulai kepada petugas kesehatan

Rencananya, vaksinasi di Sulbar akan dilakukan pada 15 Januari lalu. Jadwal ini mundur sehari dari pelaksanaan vaksinasi secara nasional karena adanya rapat pimpinan untuk provinsi Sulbar.

Sementara gempa telah mengguncang Majene, Sulbar sejak 14 Januari pada siang hari dengan kekuatan tektonik 5,2 SR. Selanjutnya getaran dahsyat lebih besar kembali dirasakan warga Majene dan Mamuju Sulbar Jumat dini hari (15/01), maknitudo 6,2 SR.

"Setelah kejadian itu, vaksinator tidak ada.
Mereka hilang semua," katanya.

Baca juga: 889.039 warga sasaran vaksin COVID-19 di Sulbar

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

53 ton bantuan kemanusiaan dari warga Babel bagi korban gempa Sulbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar