Emas "rebound" dari penurunan tajam, terangkat harapan stimulus AS

Emas "rebound" dari penurunan tajam, terangkat harapan stimulus AS

Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

Chicago (ANTARA) - Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan tajam akhir pekan lalu dan mengawali pekan ini dengan sedikit lebih baik setelah mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, ketika ekspektasi stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat 6,90 dolar AS atau 0,38 persen menjadi menetap di 1.836,80 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, (15/1/2021) emas berjangka anjlok 21,5 dolar AS atau 1,16 persen menjadi 1.829,90 dolar AS.

Emas berjangka turun 3,5 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.851,40 dolar AS pada Kamis (14/1/2021), setelah terangkat 10,7 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.854,90 dolar AS per ounce pada Rabu (13/1/2021), dan merosot 6,6 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.844,20 dolar AS pada Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Harga emas jatuh 21,5 dolar tertekan penguatan "greenback"

"Pemerintah baru (AS) akan memberikan lebih banyak stimulus ekonomi dan juga kebijakan Federal Reserve AS tidak mungkin menjadi lebih hawkish di masa depan," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

"Oleh karena itu, kami cenderung melihat dukungan lanjutan untuk harga emas," jelasnya.

Presiden terpilih AS Joe Biden menyusun rencana stimulus 1,9 triliun dolar AS minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi terhadap COVID-19.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Kamis (14/1/2021) tidak ada alasan untuk mengubah sikap akomodatif bank sentral mengingat kedalaman masalah ekonomi akibat pandemi.

Baca juga: Emas turun 3,5 dolar, komentar "dovish" ketua Fed tahan kerugian

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, Weinberg dari Commerzbank mengatakan dolar yang lebih kuat, optimisme ekonomi dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan AS, yang mungkin membatasi sisi stimulus fiskal, membebani harga emas.

Dolar AS menyentuh tertinggi empat minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, membatasi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Meskipun ekspektasi inflasi AS telah meningkat untuk mengantisipasi lebih banyak stimulus fiskal Amerika, emas bukanlah satu-satunya penerima manfaat - imbal hasil obligasi telah meningkat dan membebani emas, kata Phillip Futures dalam sebuah catatan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai level tertinggi 10-bulan minggu lalu.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Turunnya harga cabai merah dan emas picu deflasi di Sumbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar