Yellen: AS harus 'bertindak besar' pada paket bantuan berikutnya

Yellen: AS harus 'bertindak besar' pada paket bantuan berikutnya

Foto Dokumen: Janet Yellen, yang dicalonkan presiden AS terpilih Joe Biden menjadi menteri keuangan, naik ke podium untuk berbicara saat Presiden terpilih Biden mengumumkan calon dan orang yang ditunjuk untuk bertugas dalam tim kebijakan ekonominya di markas transisi di Wilmington, Delaware, AS , 1 Desember 2020. ANTARA/REUTERS/Leah Millis

Washington (ANTARA) - Janet Yellen, yang dicalonkan untuk menjalankan Departemen Keuangan oleh Presiden AS terpilih AS Joe Biden, akan memberi tahu Komite Keuangan Senat pada Selasa waktu setempat bahwa pemerintah harus "bertindak besar" dengan paket bantuan virus corona berikutnya.

Biden, yang akan dilantik pada Rabu (20/1/2021), menguraikan proposal paket stimulus 1,9 triliun dolar AS minggu lalu, mengatakan investasi yang berani diperlukan untuk memulai ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin untuk mengendalikan virus.

“Baik presiden terpilih, maupun saya, mengusulkan paket bantuan ini tanpa apresiasi atas beban utang negara. Tapi sekarang, dengan suku bunga terendah dalam sejarah, hal paling cerdas yang dapat kami lakukan adalah bertindak besar,” Yellen, mantan ketua Federal Reserve, mengatakan dalam pernyataan pembukaan yang disiapkan untuk dengar pendapatnya di depan komite.

Baca juga: WSJ: Janet Yellen sebut AS tidak mencari dolar yang lebih lemah

"Saya yakin manfaatnya akan jauh lebih besar daripada biayanya, terutama jika kita peduli membantu orang yang telah berjuang untuk waktu yang sangat lama," katanya dalam pernyataan yang diperoleh Reuters.

Paket bantuan yang diusulkan termasuk 415 miliar dolar AS untuk mendukung tanggapan AS terhadap virus dan peluncuran vaksin COVID-19, sekitar satu triliun dolar AS untuk bantuan langsung ke rumah tangga, dan sekitar 440 miliar dolar AS untuk usaha kecil dan komunitas yang sangat terpukul oleh pandemi.

Banyak warga Amerika akan menerima pembayaran stimulus sebesar 1.400 dolar AS, yang akan melebihi bantuan tunai 600 dolar AS yang disetujui dalam rancangan undang-undang bantuan pandemi yang disahkan oleh Kongres bulan lalu. Jaminan pengangguran tambahan juga akan meningkat menjadi 400 dolar AS per minggu dari 300 dolar AS saat ini, dan akan diperpanjang hingga September.

Baca juga: Biden rencanakan bantuan ekonomi triliunan dolar akibat pandemi

Dalam kesaksian yang disiapkannya, Yellen juga mengatakan ekonomi AS harus dibangun kembali "sehingga menciptakan lebih banyak kemakmuran bagi lebih banyak orang dan memastikan bahwa pekerja Amerika dapat bersaing dalam ekonomi global yang semakin kompetitif."

Senator Ron Wyden, seorang Demokrat yang akan mengambil alih sebagai ketua komite segera setelah Biden dan Wakil Presiden terpilih Kalama Harris dilantik pada Rabu (20/1/2021) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “tidak ada yang lebih berkualitas daripada Yellen, calon menteri yang ditunjuk untuk memimpin pemulihan ekonomi."

Wyden menambahkan bahwa sidang pada Selasa "akan memberikan kesempatan besar untuk mendengar tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak selama Resesi Hebat, dan apa yang perlu kita lakukan untuk mengembalikan perekonomian ini ke jalurnya."

Yellen akan menggantikan Menteri Keuangan Steven Mnuchin jika disahkan oleh Senat. Mnuchin akan mundur pada Rabu (20/1/2021).

Seorang sekutu Biden mengatakan, pengesahan Yellen diharapkan menjadi salah satu pilihan Biden yang paling tidak kontroversial untuk mengisi peran kunci dalam pemerintahannya, tetapi dia kemungkinan masih akan menghadapi pertanyaan tentang pajak dan proposal pembelanjaannya.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu sebut nilai rupiah menguat dibanding Maret

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar