Legislator : pasien COVID-19 dari luar Jakarta tak bisa dihindari

Legislator : pasien COVID-19 dari luar Jakarta tak bisa dihindari

Ambulans beriringan memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu (9/1/2021) Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Iman Satria menyatakan informasi keberadaan 24 persen pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit DKI berasal dari luar kota atau Bodetabek tetap harus mendapatkan perawatan dan tidak bisa dhindari.

"Memang hal ini tak bisa dinafikan karena semua masyarakat itu harus bisa dibantu," kata Iman saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Iman juga menyebut perawatan terhadap pasien COVID-19 tidak bisa pilih siapa orangnya, karena semua orang memiliki kemungkinan untuk terjangkit. Sehingga jika ada warga yang terjangkit COVID-19 ketika berada di Jakarta, selayaknya harus dibantu.

"Ketentuannya bantu saja tidak masalah, karena kita berurusan dengan nyawa," ucap Iman.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengungkap kondisi ICU dan tempat tidur rumah sakit (RS) Ibu Kota sebanyak 8.890 untuk menampung pasien COVID-19, tersisa hanya 13 persen.

"Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien Covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta," tulis akun Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, Selasa.

Angka penggunaan tempat tidur atau "bed occupancy ratio" (BOR) rumah sakit di DKI Jakarta untuk pasien COVID-19, adalah sebanyak 87 persen dengan melayani warga lintas provinsi dengan rincian warga DKI Jakarta sebesar 63 persen dan sisanya warga Bodetabek.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di sekitar Jakarta, maka BOR DKI Jakara lebih tinggi dari BOR di Provinsi Banten 79 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta (78 persen), Jawa Barat (73 persen), dan Jawa Timur (69 persen).

"Kita perlu bergandeng tangan untuk bersama menangani pandemi ini. Seluruh warga Jabodetabek harus sama-sama tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai penularan COVID-19," tulis akun media sosial Pemprov DKI.

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta mengalami penambahan sebanyak 2.361 kasus per Senin. Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, kasus COVID-19 secara kumulatif berada di angka 229.726 kasus.

Dari angka keseluruhan tersebut, pasien dinyatakan sembuh kini berada di angka 204.711 kasus, atau bertambah 2.804 pasien sembuh dibandingkan sebelumnya. Sedangkan pasien aktif dalam perawatan mengalami penurunan sebesar 479 pasien dibandingkan hari sebelumnya.

Kini ada 21.200 pasien aktif dalam perawatan di DKI Jakarta. Sedangkan angka kematian akibat COVID-19 terus meningkat menjadi 3.815, atau bertambah 36 korban meninggal dibandingkan hari sebelumnya.

Baca juga: Wagub pastikan ada peningkatan kapasitas RS
Baca juga: Kemenkes tegaskan kapasitas RS untuk COVID-19 di DKI masih cukup
Baca juga: Dinkes DKI tambah kapasitas tempat tidur RS untuk tanggulangi COVID-19

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes minta RS tambah tempat tidur untuk pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar