Mantan TKW di Lebak berhasil kembangkan usaha mandiri

Mantan TKW di Lebak berhasil kembangkan usaha mandiri

Mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kini mengembangkan ekonomi kreatif dengan memproduksi makanan khobuz sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kami terus berupaya untuk mendampingi para mantan TKW Arab Saudi agar membuka usaha sehingga memiliki pendapatan ekonomi yang baik dan sejahtera
Lebak (ANTARA) - Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Kabupaten Lebak, Banten, kini mengembangkan ekonomi kreatif dengan memproduksi kuliner khas Timur Tengah, khobuz,  sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami mengembangkan usaha ini dengan harapan tidak ada lagi warga sini yang bekerja ke luar negeri dan lebih membuka usaha di negara sendiri," kata Ernasari (40), Mantan TKW warga Penyandungan Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa.

Masyarakat Kampung Penyandungan, Kabupaten Lebak, sebagian besar merupakan para pekerja migran ke Timur Tengah sebagai asisten rumah tangga hingga pengemudi pribadi, karena peluang pekerjaan di kampung sendiri sangat kesulitan dan paling bantar menjadi buruh tani.

Namun Ernasari mengajak warga agar tidak kembali bekerja ke luar negeri dengan membuka usaha sendiri.

Baca juga: Perajin Lebak libatkan emak-emak bikin keset, gerakkan ekonomi lokal

"Kami setahun mengembangkan usaha memproduksi Khobuz sebagai makanan favorit khas masakan Arab Saudi yang banyak diminati konsumen," katanya.

Ia mengatakan Khobuz terbuat dari tepung terigu, gula dan garam, yang dibentuk bulat seperti opak. Khobuz, kata dia, ebih enak dan lezat jika dikonsumsi dengan shakshuka yang terbuat dari telur dan tomat.

Selama ini, kata dia, harga makanan Khobuz dan shakshuka dijual Rp15 ribu/porsi.

"Pelanggan yang datang ke sini juga ada dari Bogor dan Jakarta," katanya. Kebanyakan pelanggan keturunan Arab Saudi, meskipun ada juga warga setempat yang merupakan mantan pekerja di Arab Saudi.

Menurut dia, omzet jualan khobuz dan shakshuka relatif lumayan, berkisar Rp500 sampai Rp650 ribu/hari.

"Kami memproduksi makanan itu biasanya di Arab Saudi untuk menu majikan sebagai konsumsi sarapan pagi," katanya.

Baca juga: Kerajinan miniatur di Lebak mampu bantu siswa keluarga miskin

Begitu juga mantan TKW lainnya, Aminah (45) warga Cisonggom Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak mengaku kini membuka Toko Jedah yang menyediakan keperluan bahan pokok.

Modal usaha diperoleh dari hasil bekerja selama 10 tahun di Arab Saudi.

Saat ini, kata dia, omzet pendapatan relatif lumayan dan bisa meraup keuntungan sekitar Rp1 juta/hari.

"Kami beruntung hasil jerih payah bekerja di Arab Saudi kini bisa membuka usaha cukup besar," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak Tajudin Yamin mengatakan pemerintah daerah mendorong agar mantan pekerja migran bisa mengembangkan usaha ekonomi kreatif sehingga mereka tidak kembali bekerja ke luar negeri yang memiliki risiko cukup besar mulai dari ancaman kekerasan dan penganiayaan.

"Kami terus berupaya untuk mendampingi para mantan TKW Arab Saudi agar membuka usaha sehingga memiliki pendapatan ekonomi yang baik dan sejahtera, seperti di Kampung Cisonggom dan Penyandungan banyak yang berhasil," katanya.

Baca juga: Kerajinan bambu di pedalaman Lebak butuh pemasaran



 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jalan panjang pembebasan Etty Toyib dari jerat hukuman mati

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar