Kemenperin apresiasi desain kendaraan multiguna buatan Cimahi

Kemenperin apresiasi desain kendaraan multiguna buatan Cimahi

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih ketika menguji coba kendaraan Fin Komodo produksi PT Fin Komodo Teknologi. ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian/aa.

Di level Asia, kalau produk kita sudah dilirik oleh acara-acara di luar negeri, berarti dia punya daya saing. Kalau sudah dapet penghargaan IGDS, daya saingnya pasti bisa lebih meningkat
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi desain inovatif kendaraan multiguna dari desainer lokal asal Cimahi Jawa Barat dalam Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020.

“Salah satu pemenangnya adalah PT Fin Komodo Teknologi yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, dengan menciptakan desain Fin Komodo KD 250 X,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu.

Fin Komodo, yang didesain oleh Ibnu Susilo, memenangkan penghargaan Grand Award IGDS 2020 kategori Design Product dengan mengalahkan ratusan peserta lainnya.

Fin Komodo adalah kendaraan roda empat yang dirancang khusus untuk melintasi medan terjal, namun didesain dengan kenyamanan bak mobil sedan.

“Desain suatu produk benar-benar sangat memengaruhi selera pasar,” kata Gati dalam keterangan tertulis.

Sejak 2018, PT Fin Komodo telah memproduksi delapan mobil multiguna Fin Komodo untuk pengguna dalam dan luar negeri. Mobil ini sengaja diciptakan dengan menggabungkan teknologi pesawat terbang dan kendaraan darat sehingga suspensinya terasa lentur, ringan, dan lincah.

Bobot mobil yang sekilas mirip Jeep terbuka ini hanya 420 kilogram. Penggunaannya pun cukup mudah, begitu pula perawatannya.

"Di level Asia, kalau produk kita sudah dilirik oleh acara-acara di luar negeri, berarti dia punya daya saing. Kalau sudah dapet penghargaan IGDS, daya saingnya pasti bisa lebih meningkat," ungkap Gati.

Dibandingkan mobil outdoor lainnya, harga Fin Komodo cukup kompetitif. Per unitnya dibanderol hanya Rp110 juta. Fin Komodo sudah banyak dicoba oleh para penggemar olah raga off road.

Selain itu, kendaraan ini diharapkan bisa digunakan sebagai kendaraan penghubung wilayah pedesaan atau di daerah terpenci.

“Dengan demikian, percepatan pemerataan ekonomi di perdesaan bisa tercapat dengan mobilisasi yang ditunjang oleh kendaraan multi fungsi seperti Fin Komodo,” kata Gati.

Baca juga: Mobil Indonesia Fin Komodi diproduksi libatkan 42 UKM

Baca juga: Kreator "Fin Komodo" dianugerahi BJ Habibie Award


Pengamat Desain Otomotif Rudi Budiman, sekaligus Juri IGDS 2020, menilai Fin Komodo mampu menjadi tonggak desain kendaraan multiguna di Tanah Air.

“Kehadirannya menjawab semua kebutuhan area rural dan sangat berpotensi untuk pengembangan desiain yang lebih spesifik,” ujar Rudi.

Selain untuk mobilitas masyarakat, Fin Komodo dinilai dapat digunakan untuk kendaraan TNI dalam upaya menjaga wilayah perbatasan.

Para penjaga hutan pun dapat memanfaatkan mobil ini untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan lantaran karena Fin Komodo mampu menjelajah kubangan dan tanah terjal dengan performa yang baik.

“Mobil ini juga bisa dipakai untuk evakuasi, penunjang kegiatan pertanian, pertambangan, perkebunan, dan kegiatan lain yang tidak dapat dijangkau kendaraan konvensional,” ujar Rudi.

Baca juga: Fin Komodo, asli Indonesia yang selalu hadir di IIMS

Baca juga: Fin Komodo, kendaraan intai tempur

 

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menperin targetkan investasi industri naik Rp 323,56 T pada 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar