Basarnas pastikan tanda SOS di Pulau Laki tidak terkait Sriwijaya Air

Basarnas pastikan tanda SOS di Pulau Laki tidak terkait Sriwijaya Air

Tangkapan layar dari gambar Pulau Laki dengan simbol SOS yang beredar di beberapa media sosial (ANTARA/Prisca Triferna)

sudah saya konfirmasi sama anggota tidak menemukan sesuatu,
Jakarta (ANTARA) - Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigjen Rasman MS membantah informasi soal penanda SOS yang muncul ketika mencari Pulau Laki di aplikasi Google Maps memiliki keterkaitan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Rasman menegaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut dan tidak menemukan apa-apa di daerah tersebut.

"Tidak ada apa-apa di situ, sudah saya konfirmasi sama anggota tidak menemukan sesuatu," tegas Rasman di JICT II Tanjung Priok, Jakarta pada Rabu.

Terkait munculnya tanda itu di aplikasi Google Maps, Rasma mengatakan bisa saja terdapat skenario di mana nelayan yang dalam cuaca kurang baik berlindung di pulau tersebut dan menggunakan ponsel pintar untuk memasukkan tanda tersebut.

Baca juga: RS Polri identifikasi enam jenazah korban kecelakaan Sriwijaya Air

Baca juga: SAR gabungan kumpulkan 14 kantong jenazah korban SJ-182 hari ke-11


"Biasanya nelayan itu senangnya dia kalo cuaca kurang baik dia akan berlindung di situ. Perahunya dinaikkan, mungkin dia main HP atau segala macam. Ya, bisa saja. Tapi kalau berkaitan dengan Sriwijaya tidak ditemukan," ujar Rasman.

Sebelumnya media sosial dihebohkan dengan tangkapan layar aplikasi peta yang memperlihatkan penanda bertuliskan SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta yang dekat dengan diduga lokasi jatuhnya Sriwijaya Air.

Namun, ketika ANTARA memeriksa kembali aplikasi Google Maps pada pukul 20.00 WIB hari ini, penanda SOS itu telah menghilang dari peta.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB.

Baca juga: Pencarian hari ke-12, Tim SAR temukan satu kantong serpihan SJ-182

Baca juga: Basarnas fokuskan pencarian CVR Sriwijaya Air ke bawah air

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

59 korban Sriwijaya Air SJ182 telah teridentifikasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar