Olimpiade

Pejabat senior IOC sebut Olimpiade Tokyo tak harus dihadiri penonton

Pejabat senior IOC sebut Olimpiade Tokyo tak harus dihadiri penonton

Dokumentasi - Seorang pria mengenakan masker pelindung di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di depan lambang lima buah cincin Olimpiade di Tokyo, Jepang, 13 Januari 2021. ANTARA/REUTERS / Kim Kyung-Hoon/pri.

Jakarta (ANTARA) - Anggota senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound menilai bahwa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo dalam kapasitas tertentu akan dimungkinkan, meskipun pelaksanaannya tidak harus dihadiri penonton.

"Pertanyaannya adalah, apakah penonton harus ada atau apa akan lebih menyenangkan jika ada (penonton)? Akan menyenangkan memiliki penonton, tapi itu tidak harus ada," kata Pound dalam sebuah wawancara dengan Kyodo, yang dikutip Reuters, Kamis WIB.

Setelah menunda olimpiade tahun lalu karena pandemi virus corona global, hari Sabtu pekan ini akan menandai penundaan selama enam bulan pada olimpiade yang dijadwalkan ulang pada 23 Juli.

Sementara itu, penyelenggara mengatakan akan membuat keputusan apakah penonton diizinkan masuk ke tempat-tempat pada akhir Februari atau Maret.

Meskipun lonjakan kasus virus corona yang menyebabkan sebagian besar warga Jepang saat ini berada dalam keadaan darurat, penyelenggara tetap bersikeras olimpiade dapat dilanjutkan.

Pound, anggota IOC yang paling vokal dan paling lama menjabat, menegaskan kembali harapannya bahwa penyelenggaraan olimpiade dalam kapasitas tertentu akan dimungkinkan.

"Tidak ada yang bisa menjamin (bahwa Olimpiade akan berjalan sesuai rencana). Tapi saya pikir ada peluang yang sangat, sangat bagus bahwa mereka bisa, dan mereka akan melakukannya," katanya.

Baca juga: Olimpiade Tokyo layak dibatalkan, kata mantan pejabat Olimpiade 2012
Baca juga: Distribusi vaksin bukan prasyarat Olimpiade, kata pejabat Jepang
Baca juga: Tokyo pangkas lagi jumlah atlet yang hadiri pembukaan Olimpiade
Baca juga: PM Suga janji teruskan persiapan Olimpiade meskipun COVID-19 melonjak

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar