Lantai tegel RSUD Mala Talaud pecah pascagempa magnitudo 7,1

Lantai tegel RSUD Mala Talaud pecah pascagempa magnitudo 7,1

Gempa 7,1 dengan pusat gempa diperkirakan 134 kilometer timur laut Melonguane menyebabkan retak/pecah lantai tegel RSUD Mala, Kabupaten Kepulauan Talaud. (Foto: Lanal Melonguane/Pemkab Talaud). (1)

Kendalanya adalah sambungan telekomunikasi dengan camat di dua wilayah pemerintahan tersebut terputus.
Manado (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Yohanis BK Kamagi mengatakan lantai tegel RSUD Mala pecah pascagempa magnitudo 7,1 yang berpusat di kira-kira 134 kilometer timur laut Melonguane.

"Terjadi kerusakan tapi tidak signifikan, sejauh ini tidak ada struktur bangunan pemerintah yang rusak," ujar Kamagi melalui telepon selular dari Manado, Kamis.

Pascagempa, pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berada di ibu kota kabupaten tersebut sudah berjalan seperti biasa.

"Memang sempat terjadi kepanikan, akan tetapi pelayanan kesehatan di rumah sakit ini sudah mulai normal," katanya.

Dirinya juga belum mendapatkan informasi kondisi masyarakat di Pulau Miangas (Kecamatan Miangas) serta Pulau Karatung dan Pulau Marampit (Kecamatan Nanusa) yang lokasinya dekat dengan pusat gempa.

Kendalanya adalah sambungan telekomunikasi dengan camat di dua wilayah pemerintahan tersebut terputus.

"Jadi mungkin saja karena mereka (camat) sibuk pascagempa, atau jaringan terputus karena terjadi pemadaman aliran listrik. Kami memperkirakan di sana banyak kerusakan karena dekat dengan pusat gempa. Kami masih mencari informasi, karena sejauh ini belum terkoneksi dengan camat," ujarnya.

Menurut Kamagi, situasi di Kabupaten Kepulauan Talaud sudah kondusif pascagempa, walaupun beberapa saat setelah gempa terjadi pemadaman aliran listrik sekitar 30-60 menit.

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah timur laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pukul 19:23:07 WIB pada kedalaman 154 kilometer.

"Tidak berpotensi tsunami dan masih terus dianalisa," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Nur Fitriani.
 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar