Pasar Asia dibuka beragam setelah Wall Street mencapai puncaknya

Pasar Asia dibuka beragam setelah Wall Street mencapai puncaknya

Foto dokumen: Sebuah TV yang menayangkan siaran pelantikan Presiden AS Joe Biden terlihat di belakang monitor yang menunjukkan indeks saham Nikkei di ruang perdagangan perusahaan perdagangan valuta asing Gaitame.com di Tokyo, Jepang, 21 Januari 2021. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

New York (ANTARA) - Investor Asia diperkirakan menghadapi hari perdagangan yang beragam setelah Wall Street mencapai puncaknya pada Kamis (21/1), didorong oleh optimisme berkelanjutan tentang stimulus ekonomi untuk melawan pandemi COVID-19 yang dijanjikan oleh Presiden AS yang baru dilantik Joe Biden.

"Pasar mengalami pergerakan yang kuat kemarin setelah pelantikan presiden di AS dan menjelang itu, bahwa petunjuk yang datang dari AS agak berantakan," kata Shane Oliver, kepala ekonom di manajer investasi AMP Capital di Sydney. “Banyak kabar baik di luar sana. Saya menduga hari ini cukup datar."

Indeks MSCI yang mengukur saham seluruh dunia naik tipis 0,02 persen.

ASX 200 Australia turun 0,08 persen pada awal perdagangan Jumat.

Pada Kamis (21/1/2021), indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,82 persen, dan kontrak berjangka (Nikkei 225) sekarang turun 0,49 persen dari penutupan.

Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong turun 0,17 persen.

Di Wall Street, S&P 500 dan Komposit Nasdaq ditutup di rekor tertinggi pada Kamis (21/1/2021), masing-masing naik 0,03 persen dan 0,55 persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04 persen. Dow telah bersiap untuk sebuah rekor namun jatuh ke wilayah negatif di menit-menit terakhir perdagangan.

Dolar AS jatuh pada Kamis (21/1/2021) untuk sesi ketiga berturut-turut, karena investor menanamkan uang mereka ke mata uang berimbal hasil lebih tinggi di tengah optimisme tentang pemulihan dari pandemi di ekonomi terbesar dunia.

Imbal hasil surat utang negara AS pada ujung kurva yang lebih panjang naik tipis seiring dengan ekspektasi inflasi pada Kamis (21/1/2021) ketika pasar mengamati prospek pasokan utang tambahan di bawah pemerintahan Biden.

Harga minyak stabil pada Kamis (21/1/2021) setelah data menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS yang menghidupkan kembali kekhawatiran permintaan bahan bakar terkait pandemi. Harapan untuk paket stimulus AS juga menaikkan harga.

Baca juga: Wall Street bervariasi, S&P dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi
Baca juga: Harga minyak bervariasi setelah stok AS meningkat, Brent naik tipis
Baca juga: Emas turun karena ambil untung, harapan stimulus batasi kerugian

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ada stimulus bagi investor untuk gairahkan pasar modal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar