Pandemi COVID-19 membuat perhelatan olah raga ditunda

Pandemi COVID-19 membuat perhelatan olah raga ditunda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat (20/9/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa. (Antara/Livia Kristianti)

pihaknya menunda pelaksanaan Formula E sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta karena memprioritaskan keselamatan bersama saat pandemi
Jakarta (ANTARA) - Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia dan negara lainnya sejak awal 2020 dengan jumlah korban mencapai jutaan orang terpapar hingga meninggal dunia membuat sejumlah perhelatan olah raga terpaksa ditunda.

Tak terkecuali, kompetisi tingkat internasional, seperti Piala Eropa 2020, Olimpiade Tokyo 2020, Formula E 2020 di Jakarta, serta Piala Dunia U-21 di Indonesia pada 2021 harus ditunda hingga pandemi COVID-19 mereda.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pelaksana Formula E sekaligus salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, mengambil langkah cepat untuk menunda perlombaan balap mobil ramah lingkungan itu.

Baca juga: Formula E tergantung kondisi COVID-19 di Jakarta

Manager Komunikasi PT Jakpro, Melisa Sjach melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya menunda pelaksanaan Formula E sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena memprioritaskan keselamatan bersama saat pandemi COVID-19.

"Ini langkah inisiatif sekaligus respon terhadap masukan dari para pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan bersama sebagai prioritas," ujar Melisa.

Sama halnya kebijakan yang diambil Jakpro, pengurus Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga secara resmi menghentikan perhelatan Liga I dan II kompetisi 2020 pada pekan ini.

Baca juga: PSI kritik pembayaran 'Commitment Fee' Formula E di tengah COVID-19

Melisa menyatakan awalnya Kota Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah ajang internasional Formula E lantaran memiliki visi yang sama dengan pihak penyelenggaranya.

Program "Jakarta Langit Biru" yang diusung oleh Pemprov DKI Jakarta selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Melisa menyebutkan pelaksanaan Formula E sebagai ajang menuju elektrifikasi transportasi dan solusi untuk mengatasi polusi udara di wilayah perkotaan.

Selain itu, menurut Melisa, kompetisi Formula E menjadi komitmen serta pembuktian bagi Indonesia siap menjadi "pemain utama" industri mobil listrik di dunia.

Baca juga: Formula E Jakarta ditunda, bagaimana nasib BMW i3?

Balapan Formula E yang rencananya akan digelar di Jakarta tersebut menjadi sebuah tonggak sejarah bagi Indonesia di dunia olahraga, khususnya dunia olahraga otomotif.

Pasalnya, Indonesia "absen" dalam penyelenggaraan balapan yang masuk dalam jadwal Federasi Otomotif Internasional (FIA) selama .

Ditambah Melisa, balapan Formula E menjadikan Jakarta termasuk dalam daftar kota tuan rumah seperti kota New York, Meksiko, Roma, Paris, dan Hongkong.

"Formula E merupakan cara promosi yang efektif untuk melawan perubahan iklim dan polusi udara di wilayah Metropolitan seperti Jakarta, sekaligus membawa peluang pertumbuhan industri dan ekonomi kreatif," imbuh Melisa.

Melisa menjelaskan Formula E Operations (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship telah menyetujui dan menghargai keputusan penundaan balapan Formula E di Jakarta.

Selanjutnya, Jakpro bersama Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Pemuda dan Olahraga akan terus memantau situasi dan bekerja sama dengan FEO untuk melihat kemungkinan penjadwalan ulang pada kesempatan pertama.

Melisa menegaskan "commitment fee" Formula E sebesar Rp560 miliar tidak akan hilang karena penundaan pelaksanaan disebabkan pandemi COVID-19 termasuk kejadian luar biasa.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies resmikan lapangan latih Jakarta International Stadium

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar