Artikel

Cara tingkatkan kesehatan finansial selama pandemi

Oleh Maria Rosari Dwi Putri


4. Tetapkan tujuan tabungan yang realistis
Cari tahu persentase dari pendapatan Anda yang dapat Anda sisihkan untuk ditabung dan gunakan anggaran tersebut sebagai panduan, saran Klenotic.

"Bagi mereka yang mungkin menganggur sekarang, jangan merasa tertekan untuk menabung dan jangan menyalahkan diri sendiri jika Anda ternyata telah menghabiskan seluruh tabungan Anda. Itulah alasan mengapa Anda memiliki tabungan, sebagai dana darurat,"katanya.

Klenotic menambahkan jika seseorang merawa khawatir tentang menipisnya tabungan, maka pertimbangkan perencanaan skenario tentang bagaimana kembali menabung setelah Anda bekerja.

"Caranya dengan meramalkan apa yang Anda perlukan di masa depan, ini sebagai motivasi untuk menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk ditabung," ujar Klenotic.

Baca juga: Tunda keinginan, kiat atur keuangan di tengah pandemi COVID-19

5. Berpura-pura punya pinjaman
Pinjaman untuk pembelian kendaraan, rumah bahkan untuk membiayai sekolah mungkin menjadi beban bagi Anda. Tapi bila Anda telah berhasil melunasi seluruhnya, Anda bisa berpura-pura bahwa hutang itu belum lunas.

Cara ini dapat membuat Anda menyisihkan sejumlah biaya yang dianggap wajib sebagai tabungan. Hal ini tentu dapat dengan cepat memaksimalkan total tabungan

6. Jangan panik tentang hutang
Bila Anda masih memiliki hutang dengan bank atau hutang apapun itu, janganlah berusaha untuk segera melunasinya, terutama bila hal itu tidak cukup realistis, kata Klenotic.

"Terutama untuk hutang yang digunakan untuk membayar sesuatu yang memiliki nilai jangka panjang - seperti KPR atau hutang biaya sekolah," katanya.

Mengambil langkah-langkah untuk menganggarkan dan menabung adalah langkah pertama untuk dapat mengatasi hutang.

"Ada juga pilihan yang tersedia untuk mengelola jenis hutang yang lebih spesifik, seperti menegosiasikan suku bunga kartu kredit yang lebih rendah untuk hutang kartu kredit atau membiayai kembali pinjaman Anda," jelas Klenotic.

Meskipun kisah orang-orang yang tampaknya mencapai kesejahteraan finansial dengan menghilangkan semua utangnya atau melunasi pinjaman besar mudah ditemukan secara online, Klenotic mengingatkan bahwa kesehatan finansial adalah perjalanan pribadi dan setiap orang akan mengalami hal yang berbeda.

7. Cari bantuan orang lain
Untuk sebagian orang membahas kondisi keuangan adalah hal yang tabu dan tidak nyaman. Namun Astle mengingatkan bahwa membahasnya adalah salah satu cara menuju kesehatan finansial.

"Jika Anda mengalami kesulitan dengan kesehatan finansial, Anda perlu tau di mana yang menjadi titik permasalahan utama," kata Astle.

Perlu diketahui apakah cara Anda mengelola keuangan sudah tergolong baik, atau Anda memang memiliki masalah secara psikologis bila terkait keuangan. Hal ini tentu memerlukan bantuan orang lain untuk menilainya, jelas Astle.

"Anda dapat melibatkan keluarga atau teman terdekat untuk membantu Anda. Mereka yang mengenal Anda dengan baik, dapat membantu menilai diri Anda. Atau bila segan, Anda bisa mencari bantuan profesional seperti terapis, konselor keuangan, atau perencana keuangan," kata Astle.


Baca juga: Mudah dan terjangkau, pertimbangan orang Indonesia mau berinvestasi

Baca juga: Cara Revalina S. Temat rencanakan pondasi finansial keluarga

Baca juga: Lima langkah cerdas atur keuangan untuk "generasi sandwich"

Oleh Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengeluaran yang dapat dihemat ketika tidak mudik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar