Kemenkes: Sasaran 181,5 juta vaksin untuk capai kekebalan kelompok

Kemenkes: Sasaran 181,5 juta vaksin untuk capai kekebalan kelompok

Tangkapan layar - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. ANTARA/Dok tanggapan layar Youtube Kemenkes RI/pri.

Cakupan untuk mendapatkan kekebalan kelompok harus 100 persen
Jakarta (ANTARA) - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan sasaran pemberian 181,5 juta vaksin COVID-19 kepada masyarakat untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Kekebalan kelompok akan tercapai kalau kemudian melihat efikasi dari sebuah vaksin minimal 50 persen atau 60 persen maka kita harus memberikan cakupan vaksin 100 persen," kata dia saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah mengambil beberapa langkah salah satunya sasaran vaksinasi kepada 181,5 juta masyarakat Indonesia. Apalagi, ke depan akan ada beberapa jenis vaksin yang digunakan di Tanah Air baik buatan dalam maupun luar negeri.

Vaksin yang akan digunakan di Tanah Air minimal memiliki efikasi 60 persen atau melebihi standar yang ditetapkan badan kesehatan dunia atau WHO yakni 50 persen.

Baca juga: Gunakan vaksin yang ada dan efikasi di atas 50 persen

Baca juga: Bio Farma: 837 relawan vaksin COVID masuk periode monitoring efikasi



"Cakupan untuk mendapatkan kekebalan kelompok harus 100 persen. Sehingga target 100 persen dari 181,5 juta tersebut harus bisa tercapai pada akhir 2021," ujar dia.

Terkait prioritas pemberian vaksin, Siti Nadia yang juga salah satu juru bicara vaksinasi COVID-19 mengatakan akan merujuk kepada data-data epidemiologi, kajian Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) serta rekomendasi WHO.

Ke depan pemerintah akan melihat rekomendasi apa yang dikeluarkan oleh WHO jika suatu negara hanya memiliki vaksin kurang dari 10 persen.

"Jadi kalau stok vaksin sangat kurang maka akan diutamakan kepada garda terdepan dulu," ujar Nadia.

Selain tenaga kesehatan, penderita penyakit penyerta atau kormobiditas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader kesehatan didefinisikan atau dimasukkan sebagai salah satu prioritas karena memberikan layanan kepada orang banyak.

Terakhir, jika ketersediaan vaksin lebih dari 50 persen, maka barulah vaksinasi diberikan kepada masyarakat dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun.

Baca juga: Epidemiolog ingatkan pemerintah siapkan vaksinator terlatih

Baca juga: Kemanjuran vaksin dan pengendalian COVID-19 di Tanah Air

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wiku: Sebagian besar mutasi virus tidak menurunkan efikasi vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar