RS Jerman dikarantina usai puluhan orang positif varian baru COVID

RS Jerman dikarantina usai puluhan orang positif varian baru COVID

Perempuan berusia 100 tahun, Ruth Heller, mendapat suntikan vaksin anti COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech di rumah jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12/2020). Pada Minggu, Jerman memulai program vaksinasi di seluruh negeri. ANTARA/Kay Nietfeld/Pool via Reuters/tm/pri.

Berlin (ANTARA) -  Otoritas kesehatan Jerman memberlakukan karantina terhadap Rumah Sakit Humboldt di Berlin setelah 20 pasien dan anggota staf terbukti mengidap varian COVID-19 sangat menular yang ditemukan di  Inggris dan menyebar cepat ke seluruh dunia.  

Jumlah orang di RS Humboldt yang terinfeksi varian sangat menular, B117, kemungkinan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan, kata seorang juru bicara Vivantes --layanan rumah sakit umum-- kepada Reuters, Sabtu (23/1).

Keputusan karantina itu menandakan bahwa RS Humboldt di ibu kota Jerman itu tidak akan menerima pasien baru.

"Kasus darurat dan pasien baru akan dialihkan ke rumah sakit lain," katanya.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (21/1) mendesak warganya agar berhenti mengeluhkan kelambanan peluncuran vaksin COVID-19.

Merkel juga mempertahankan keputusan untuk memperpanjang penguncian guna membendung varian COVID-19 yang sangat agresif.


Sumber: Reuters

Baca juga: Khawatir varian COVID-19, Jerman perketat aturan bekerja di rumah

Baca juga: Menteri Jerman: Pembatasan COVID harus dilonggarkan bagi yang divaksin

Baca juga: Petugas layanan kesehatan Jerman masih dirawat usai overdosis vaksin


 

Menkes ungkap strategi pelacakan varian virus baru COVID-19 di Indonesia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar