Ulama Sumbar: Pelibatan komponen adat dan agama kunci sukses vaksinasi

Ulama Sumbar: Pelibatan komponen adat dan agama kunci sukses vaksinasi

Ulama Sumbar Buya Masoed Abidin. ANTARA/Ikhwan Wahyudi.

masih ada yang tidak percaya corona
Padang (ANTARA) - Ulama Sumatera Barat Buya Masoed Abidin berpendapat pelibatan komponen adat dan agama menjadi salah satu kunci keberhasilan vaksinasi COVID-19 di Sumatera Barat.

"Sebagaimana kita ketahui Sumbar itu kuat adatnya, kokoh agamanya, jika dua komponen ini dilibatkan menjadi salah satu kunci keberhasilan vaksinasi," kata dia di Padang, Minggu.

Menurutnya kendala terbesar vaksin di masyarakat saat ini adalah adanya keraguan dan banyak beredar informasi hoaks.

"Untuk menghapus keraguan menjadi keyakinan dan diterima masyarakat diawali dengan memberikan contoh dari pemimpinan itu sendiri dengan pertama kali divaksin," kata dia.

Ia menyampaikan dari sisi MUI sudah menyatakan halal, dari sisi BPOM sudah menyatakan vaksin aman kini tinggal bagaimana menyosialisasikan kepada masyarakat dengan pelibatan komponen adat dan agama.

Buya juga mengajak para dai dan ulama saat berceramah turut mengedukasi masyarakat agar pandemi ini bisa berkurang.

"Sekarang masih ada yang tidak percaya corona, mereka mengatakan jangan takut pada corona, tapi takut pada Allah, padahal dalam hidup ini ada iman dan ada ikhtiar, yang dilakukan lewat vaksin adalah ikhtiar agar masyarakat sehat," kata dia.

Baca juga: Gubernur Sumbar: Hoaks di medsos buat orang tolak vaksin

Sejalan dengan itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengemukakan vaksin COVID-19 merupakan salah satu solusi pemecahan masalah pandemi yang saat ini sedang terjadi.

"Kalau misalnya kita tidak mau divaksin terus pakai apalagi?, apa akan terus begini tidak produktif dalam beraktivitas," kata dia.

Menurutnya terkait dengan adanya perbincangan soal kandungan vaksin MUI sudah menyatakan halal.

"Lalu siapa lagi yang lebih berhak menyebut halal dan haram kalau bukan MUI, kalau MUI sudah menyatakan halal ya sudah ikut saja," ujarnya.

Baca juga: Polisi tutup GOR Haji Agus Salim Padang cegah penyebaran COVID-19

Ia menemukan di media sosial ada yang menyatakan vaksin tersebut mengandung bahan haram dan yang menyampaikan bukan ustadz bukan pula ulama.

"Ini yang saya tidak mengerti, bukan ahlinya yang bicara," ujarnya.

Irwan menyampaikan berita hoaks soal vaksin yang beredar di masyarakat membuat sebagian orang menolak untuk divaksin.

"Ada banyak info yang perlu diluruskan soal vaksin ini, agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang menyesatkan," kata dia.

Baca juga: Pernah positif, Bupati Pesisir Selatan batal divaksin COVID-19
Baca juga: Gubernur Sumatera Barat siap divaksin COVID-19






 

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar