HIPMI dan House of Indonesia Sydney kerja sama buka ekspor UMKM

HIPMI dan House of Indonesia Sydney kerja sama buka ekspor UMKM

MOU HIPMI dengan House of Indonesia Sydney secara daring untuk membuka ekspor bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah ke pasar Australia. ANTARA/HO-HIPMI

ini sejalan dengan program pemerintah untuk membuka pasar ekspor untuk produk-produk UMKM
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) dan House of Indonesia Sydney menjalin kerja sama untuk membuka ekspor bagi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Tanah Air ke pasar Australia.

"Kerja sama yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) ini sejalan dengan program pemerintah untuk membuka pasar ekspor untuk produk-produk UMKM," kata Ketua BPP Hipmi Bidang Perdagangan Perindustrian & ESDM, Rama Datau dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa.

Rama mengatakan BPP HIPMI mengambil langkah aktif untuk menggandeng Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di sejumlah negara dan juga diaspora salah satunya dengan House of Indonesia yang berada di Sydney Australia.

House of Indonesia merupakan sebuah entitas bisnis yang dikelola oleh diaspora Indonesia di Sydney Australia yang selama ini sudah aktif melakukan importasi produk produk dari Indonesia dan dipasarkan di negeri kangguru tersebut.

Diaspora tersebut telah mengimpor produk Indonesia selama lebih dai 30 tahun dan juga telah berhasil memfasilitasi beberapa perusahaan Indonesia termasuk BUMN untuk masuk ke Australia.

Baca juga: Hipmi dukung kebijakan larang barang impor untuk konstruksi

Rama Datau mengatakan bahwa MoU ini bertujuan untuk membuka akses pasar di Australia untuk produk produk yg di hasilkan oleh para pelaku UMKM.

Produk produk tersebut nantinya sebelum bisa di ekspor tentunya akan melalui proses kurasi terlebih dahulu yang akan di lakukan oleh kedua belah pihak yaitu HIPMI dan House of Indonesia.

Rama Datau menambahkan bahwa salah satu tantangan pelaku UMKM untuk bisa masuk di pasar internasional adalah bagaimana para pelaku UMKM tersebut bisa memproduksi suatu produk yang bukan hanya baik dari sisi kualitas dari produknya itu sendiri tetapi juga sampai ke cara pengemasan, konsistensi dari kualitas produknya dan tentu adalah soal harga.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan berharap HIPMI dapat berperan lebih luas dalam mendorong anggotanya untuk menjadi eksportir mengingat jumlah UKM Ekspor Indonesia yang masih relatif kecil.

Negara lain
Ke depan BPP HIPMI juga akan berkolaborasi dengan ITPC dan diaspora di negara-negara lain tidak hanya Australia termasuk berencana mendirikan beberapa perwakilan di luar negeri dimulai dari Australia.

Baca juga: Erick Thohir: Berikan panggung seluas-luasnya bagi pelaku UMKM lokal

Konjen RI Sydney Heru Subolo menyambut baik penandatanganan MoU antara HIPMI dengan House of Indonesia sebagai bagian upaya peningkatan ekspor produk Indonesia terutama produk UKM dan mengambil manfaat optimal dari Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA).

Heru menggarisbawahi beberapa "enabling environment" terkait upaya di atas antara lain nota kesepahaman kerja sama sister state/ province antara DKI dan New South Wales, Jawa Tengah dan Queensland, Jawa Barat dan South Australia, Sister City antara Semarang dan Brisbane, dan Makassar-Gold Coast.

Saat ini juga tercipta peluang yang tercipta dari perang dagang Australia - Tiongkok dan yang tidak kalah pentingnya keberadaan pebisnis diaspora Indonesia di Sydney dalam menggenjot ekspor produk UKM serta keberadaan bisnis restoran Indonesia sebagai jendela produk Indonesia khususnya makanan minuman.

Heru juga menambahkan Australia selama ini memegang peran penting sebagai pengumpul (hub) produk ekspor Indonesia ke pasar negara-negara pasifik.

Baca juga: DPR ingin LPEI bangkitkan UMKM berorientasi ekspor

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah pencurian listrik, PLN dirikan Stasiun Penyedia Listrik Umum bagi UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar